20 August 2021, 19:15 WIB

Literasi Digital Kuatkan Konsep Merdeka Belajar di Era Digital


Ghani Nurcahyadi | Humaniora

SISTEM digital sudah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan manusia sehari-hari, tentu saja hal ini sudah sepatutnya didukung dengan keterampilan dan kecakapan digital para penggunanya. 

Khusus tenaga pendidik di masa pandemi Covid-19 yang melaksanakan metode belajar dari rumah secara daring, teknologi yang semakin canggih dan maju haus dibarengi juga dengan meningkatkan kecakapan digital, bijak dalam berinternet, serta kreatif dan produktif di era digital.

Direktur Jenderal PAUD, Dikdas, Dan Dikmen Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Jumeri mengatakan, pemanfaatan teknologi digital memang tidak bisa dipisahkan dari dunia pendidikan, oleh sebab itu sikap dan perilaku siswa dalam keseharian juga terpengaruh, para guru dan tenaga pendidik harus mempunyai “keterampilan abad 21” untuk menghadapi perubahan kebudayaan yang sangat cepat ini.

“Beberapa ‘keterampilan abad 21’ yang wajib dimiliki yaitu memahami Iptek, kreatif dan inovatif, kesabaran dan kegigihan, kemampuan manajemen dunia maya dan masih banyak lagi yang bisa dikembangkan, ”jelas Jumeri dalam webinar bertema Merdeka Belajar di Era Digital yang digelar Kementerian Komunikasi dan Informatika serta Gerakan Nasioanl Literasi Digital (GNLD0 Siberkreasi.

Dirjen Aplikasi dan Informatika Kemenkominfo Semuel Abrijani Pangerapan menambahkan, literasi digital merupakan kunci dan keniscayaan dalam menghadapi perkembangan serta disrupsi teknologi yang semakin masif. Oleh karena itu, Kemkominfo bersama GNLD Siberkreasi  berkomitmen akan terus melakukan upaya peningkatan literasi digital masyarakat melalui berbagai kegiatan untuk memfasilitasi dan mendorong terwujudnya masyarakat digital Indonesia.

"Kemampuan literasi digital merupakan kemampuan yang paling krusial dalam menghadapi perkembangan teknologi saat ini, untuk mewujudkan masyarakat Indonesia yang tidak hanya mengenal teknologi, namun juga cermat dalam menggunakannya.” ujar Semuel.

Direktur Reputasi Akademik dan Kemahasiswaan UNS Sutanto menganalogikan bahwa segala teknologi itu meminjam konsep penciptaan dari Tuhan, semua yang kita klik dan yang kita lakukan di dunia maya tercatat di dalam server sebagaimana yang kita lakukan di dunia juga tercatat dalam servernya malaikat. 

“Belajar internet tidak boleh dipisahkan dengan belajar agama atau belajar moral, sehingga tidak akan terjadi seorang anak/ siswa secara diam-diam mengakses situs-situs yang berbahaya atau situs-situs yang tidak bermanfaat yang berpotensi merusak,” tutur Sutanto.

Baca juga : Anak Yatim-Piatu Butuh Perhatian Pemerintah

Menuju “Merdeka Belajar”, dalam prosesnya kita memerlukan konten pembelajaran yang menarik melalui berbagai media digital. Guru Matematika SMP Daarut Tauhiid Boarding School Bandung dan Content Creator, Evi Nur Aprianti, S.Pd., menilai bahwa yang paling utama di masa pandemi seperti sekarang adalah berkreasi dalam menyajikan bahan ajar. 

Menurut Evi, sebagai seorang guru harus bisa membuat suasana belajar yang menarik, karena tidak bisa dipungkiri kalau anak-anak di rumah pasti jenuh dan mudah terdistraksi hal-hal lain yang lebih menarik dari konten pembelajaran, sehingga kita dituntut untuk membuat media pembelajaran yang bisa mengesankan untuk anak-anak.

“Untuk membuat konten pembelajaran yang menarik kita harus memiliki tekad atau kemauan yang kuat kemudian mencari referensi sebanyak-banyaknya dan mulailah berkarya," ujar  Evi.

Direktorat Sekolah Dasar Kemendikbud Ristekdikti, Ine Rahmawati menjelaskan, keterampilan abad 21” yang dibutuhkan bagi setiap siswa, yaitu Kualitas Karakter, mengenai bagaimana siswa beradaptasi pada lingkungan yang dinamis, kemudian Literasi Dasar, terkait dengan bagaimana siswa menerapkan keterampilan dasar sehari-hari, dan yang terakhir adalah kompetensi, yaitu bagaimana siswa memecahkan masalah kompleks.

“Semua itu akan menjadi kecakapan hidup yang dimiliki anak-anak dalam menghadapi perkembangan zaman sehingga pada saatnya nanti mereka dapat menjadi generasi unggul”, tutur Ine. 

Harapan terhadap pemerintah untuk menjunjung “Merdeka Belajar” disampaikan oleh Guru SDN Baru 01 Pagi Pasar Rebo Jakarta Timur, Asmaul Husnah yang menjadi pembicara terakhir pada webinar tersebut. Menurutnya dukungan perangkat pembelajaran, ketersediaan jaringan dan Learning Management System (LMS) yang terintegrasi adalah hal-hal yang perlu diperhatikan dan diberikan oleh Pemerintah. 

“Selama ini anak-anak sudah mendapatkan bantuan kuota internet oleh pemerintah, namun demikian tidak dapat digunakan pada semua perangkat, harapan kami (kepada Pemerintah) mohon kedepannya ada dukungan perangkat, karena tidak semua anak-anak atau guru memiliki perangkat,”ujar Husnah. (RO/OL-7)

BERITA TERKAIT