18 August 2021, 12:30 WIB

Vaksin Merah Putih Unair Siap Diproduksi Awal Tahun Depan


Atalya Puspa | Humaniora

KETUA Peneliti Vaksin Merah Putih dari Universitas Airlangga (Unair) Fedik Abdul Rantam, menargetkan vaksin covid-19 buatan UNAIR bisa diproduksi pada kuartal 1 2022 mendatang.

Saat ini, penelitian vaksin merah putih yang dilakukan UNAIR telah memasuki uji preklinik tahap dua, yakni pengujian vaksin pada hewan.

"Saat ini pada uji preklinik tahap dua, kami belUm bisa memberikan hasil secara keseluruhan karena memang belum selesai. Tapi sementara respon yang kita dapatkan mulai dari fisik sampaik fisiologi, dari uji preklinik tersebut dan adanya respon umun seluler antibodi ini menujukan tren yang lebih baik," ungkap Fedik dalam konferensi pers yang diselenggarakan secara virtual, Rabu (18/8).

Adapun, sebelumnya pada uji prekilinik tahap satu, ia menyatakan, pihaknya telah mendapatkan hasil yang baik dari sisi imugenisitas dan toksisitas. Selain itu, hasil yang baik juga terlihat dari respon imun humoral dan seluler.

"Ini berarti dosis yang kita berikan berfungsi dan mudah-mudahan sesuai degan kebutuhan masyarakat Indonesia sehingga bisa menginduksi antibodi yang lebih baik," ucap dia.

Selain terus melakukan penelitian untuk menuju fase produksi, Fedik menyatakan pihaknya juga telah menyiapkan redisain untuk menyesuaikan perkembangan kondisi di lapangan.

"Redisain kami siapkan krena ini adalah penting. Pengembangan vaksin tanpa adanya redisain tidak akan bisa. Karena kita harus terus menyesuaikan keadaan di lapangan," beber dia.

Seperti diketahui, UNAIR menjadi salah satu lembaga yang turut berkontribusi dalam penelitian vaksin merah putih. Adapun, vaksin yang dikembangkan UNAIR merupakan vaksin tipe inactivated virus. Dalam hal ini, nantinya vaksin hasil penelitian UNAIR akan dikembangkan dan diproduksi melalui PT Biotis. (OL-13)

Baca Juga: Sentra Vaksinasi Bangkit untuk Merdeka dari Covid-19 Sasar Ibu Hamil

BERITA TERKAIT