16 August 2021, 10:18 WIB

Presiden Sebut Pandemi Memacu Bangsa Berubah Menjadi Lebih Baik


Andhika Prasetyo | Humaniora

PANDEMI covid-19 telah memacu bangsa Indonesia untuk berubah, mengembangkan cara-cara baru, meninggalkan kebiasaan lama yang tidak relevan dan menerobos ketidakmungkinan.

Pemerintah dan masyarakat dipaksa untuk membangun normalitas baru dan melakukan hal-hal yang dianggap tabu selama ini. Tujuannya, tidak lain untuk menjalani kehidupan yang lebih baik di masa mendatang.

"Dari sisi kesehatan, memakai masker, menjaga jarak, tidak bersalaman, dan tidak membuat keramaian. Itu semua adalah kebiasaan baru yang dulu dianggap tabu," ujar Jokowi dalam pidato kenegaraan dalam Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR dan DPD di Gedung Parlemen, Jakarta, Senin (16/8).

Kesadaran masyarakat terhadap kesehatan semakin tinggi. Gaya hidup sehat, menjaga kebersihan lingkungan, berolahraga, dan mengonsumsi makanan yang bernutrisi, terasa semakin membudaya.

"Hal ini merupakan modal besar untuk menuju masyarakat yang lebih sehat dan dalam pengembangan SDM yang berkualitas," ucap kepala negara.

Baca juga:  Presiden: Siasati Pandemi Covid Dengan Mengambil Pelajaran Darinya

Dari sisi pemanfaatan teknologi, itu juga semakin berkembang setiap harinya.

Bekerja dari rumah, pendidikan jarak jauh, rapat dan sidang secara daring, belanja online, telah menjadi kebiasaan baru yang dulu masih lakukan secada ragu-ragu.

Di tengah dunia yang penuh disrupsi, karakter berani untuk berubah, berani untuk mengubah, dan berani untuk mengkreasi hal-hal baru, merupakan fondasi untuk membangun Indonesia Maju.

Seluruh elemen bangsa telah berusaha bermigrasi ke cara-cara baru supaya bisa bekerja lebih efektif, lebih efisien, dan lebih produktif.

"Adanya pandemi covid-19 sekarang ini, akselerasi inovasi semakin menyatu dalam keseharian kehidupan kita," tuturnya.(OL-5)

BERITA TERKAIT