14 August 2021, 21:56 WIB

PMII Dorong Transparansi Data Kematian Covid-19


Mediaindonesia.com | Humaniora

PENGURUS Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB PMII) mendorong perbaikan data kematian Covid-19 lebih akurat. Ketua Umum PB PMII Muhammad Abdullah Syukri menyarankan, data kematian dapat dicatat dan dilaporkan sesuai kondisi lapangan terkini.

"Data kematian Covid-19 sempat disebut tidak dipakai yang kemudian dinyatakan diperbaiki harus disampaikan apa adanya. DKI Jakarta patut dicontoh yang telah melakukan pencatatan data kematian saat isolasi mandiri," kata Gus Abe sapaan Syukri seusai menyelenggarakan vaksinasi dosis kedua di Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Sabtu (14/8).

Data kematian Covid-19 sempat dikabarkan dihapus dari indikator penilaian dasar yang digunakan dalam penetapan level PPKM suatu daerah, yaitu laju penularan, positivity rate, dan angka kematian. Namun, pemerintah berupaya melakukan harmonisasi dan validasi data dari lapangan dengan memperbaiki data.

LaporCovid-19 menemukan pencatatan angka kematian yang terjadi di luar rumah sakit masih belum terekam dengan baik pada sistem pencatatan milik pemerintah. Begitu juga, analisis data National All Record (NAR) mengungkap pelaporan kasus kematian yang dilakukan daerah tidak bersifat real-time melainkan akumulasi dari bulan-bulan sebelumnya.

"Pemerintah baiknya tetap mengedepankan keterbukaan dan transparasi untuk menanggulangi Covid-19. Baik daerah dan pusat harus disampaikan apa adanya agar masyarakat waspada, penaggulangan dan penanganan Covid-19 juga akan lebih cepat dilakukan," harap Abe.

Selain itu, Abe mendesak pemerintah segera mengambil tindakan terhadap anak (yatim piatu) yang kehilangan orang tua akibat Covid-19. Jangan sampai, kata Abe, penanganan hanya sekedar konsep dan rencan yang berlarut-larut.

"Negara harus hadir untuk melindungi dan membantu anak yatim, piatu, dan yatim piatu yang kehilangan orang tu. Kita harapkan, ini segera dilakukan pemerintah sesegera mungkin," tegasnya.

PB PMII bersama polri dan UNJ menggelar vaksin dosis kedua bagi masyarakat yang sebelumnya telah memperoleh vaksin dosis pertama di Kampus A UNJ. Adapun jumlah vaksin sinovac yang diberikan yakni sebanyak 1.000 dosis.

Ketua Satgas Covid-19 PB PMII Panji Sukma Nugraha menambahkan, kegiatan tersebut untuk mempercepat terwujudnya herd immunity. Ia berharap, masyarakat dapat semakin sadar pentingnya vaksinasi.

"Kita dari PB PMII terus melakukan edukasi bahwa vaksinasi aman dan tujuannya menanggulangi Covid-19," tandas Panji. (OL-8)

BERITA TERKAIT