13 August 2021, 10:54 WIB

Cegah Stunting dengan Penuhi Nutrisi tak Perlu Mahal


M. Iqbal Al Machmudi | Humaniora

KEPALA Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Hasto Wardoyo, menjelaskan terjadinya stunting salah satunya karena kondisi nutrisi yang tidak optimal. Padahal nutrisi seimbang bisa dikonsumsi dari berbagai sumber makanan dengan harga yang terjangkau dan mudah didapat.

"Kalau daging mahal, ikan, belut, dan telur kan murah. Ternyata untuk mencegah stunting ikan itu sudah sangat cukup, protein dalam ikan dan belut tidak kalah jauh dengan daging sapi," kata Hasto dalam webinar Menu Sehat DASHAT: Ragam Menu Dapur Sehat Atasi Stunting di Kampung Keluarga Berkualitas BKKBN, Jumat (13/8).

Baca juga: IKAPPI Minta Mendag Cabut Peryataan Soal Pasar dan Vaksin

Kalsium pada belut sebanyak 20,0 mg, telur 54,0 mg, dan sapi 11 mg. Sedangkan nilai protein pada belut mencapai 14,0 mg, telur 12,8 mg, dan sapi 18,8 mg.

Bahkan bila dibandingkan antara ikan dan daging sapi lemak pada ikan sudah cukup memenuhi kebutuhan sehari. Lemak total pada daging sapi mencapai 14 mg dan pada ikan hanya 4,5 mg sehingga lemak pada ikan mengandung Omega 3.

"Sehingga makanan sehat tidak harus mahal tetapi bisa dari lingkungan sederhana bisa menghasilkan makanan yang sehat dan mencegah penyakit berbahaya," jelasnya.

BKKBN sendiri berupaya dalam dapur sehat atasi stunting menghadirkan kemandirian pangan, bisa berdaulat secara pangan. Dapur sehat secara ideologis membentuk masyarakat agar berdaulat dalam bidang pangan yang sehat dan murah sehingga bisa mencegah stunting.

"Pangan berdaulat maka harganya pun tidak mahal karena tidak mengandalkan impor dan lebih sehat dan segar," pungkasnya. (OL-6)

BERITA TERKAIT