10 August 2021, 15:45 WIB

The Indonesian Dream, Ikhtiar Mengenang Perjuangan dan Warisan Pendiri Bangsa


Mediaindonesia.com | Humaniora

SUARA Muhammadiyah TV (SMTV) memulai perayaan Agustus sebagai momentum untuk memikirkan The Indonesian Dream. Pemikiran tentang Impian Indonesia merupakan ikhtiar bersama untuk mengenang kembali perjuangan dan warisan para Bapak Pendiri Bangsa (the Founding Fathers) yang telah menorehkan piagam tentang Deklarasi Kemerdekaan pada 17 Agustus 1945. 

Kemerdekaan menjadi gerbang utama bagi imajinasi kolektif tentang bangsa Indonesia yang diimpikan (a dream country of Indonesia). Ajakan untuk berpikir tentang Indonesia yang diimpikan itu menjadi tema podcast perdana berjudul: meet and dialogue bersama Sukidi, Ph.D., yang meraih gelar master dan doktor dalam studi Islam dan agama-agama di The Graduate School of Arts and Sciences, Harvard University, Cambridge, Amerika. 
Dipandu oleh host SMTV, Wahyu Chusnul Muna, Sukidi mengajukan 10 impian Indonesia yang meliputi:
1. Impian kebinekaan (dream of diversity).
2. Impian ketuhanan (dream of divinity).
3. Impian gotong royong (dream of togetherness, cooperation, and mutual assistance).
4. Impian kebebasan (dream of freedom).
5. Impian kemanusiaan (dream of humanity). 
6. Impian persatuan (dream of unity).
7. Impian keadilan (dream of justice).
8. Impian kesetaraan (dream of equality).
9. Impian kesejahteraan (dream of welfare).
10. Impian demokrasi (dream of democracy).

SMTV ingin menyajikan wawasan keislaman dan kebangsaan yang damai dan segar kepada masyarakat. Menurut Direktur Suara Muhammadiyah Deni Asy'ari, SMTV mengundang Sukidi untuk membahas masalah-masalah aktual kebangsaan dan memikirkan solusi yang relevan dalam perbincangan podcast dengan tema besar The Indonesian Dream.

Acara ini akan tayang dua minggu sekali dan dapat diakses melalui channel SMTV di YouTube. Sukidi berkata bahwa ia merasa pulang dan kembali ke Muhammadiyah, tempat ia tumbuh dan besar sebagai kader.

"Muhammadiyah tempat saya memperoleh visi keislaman yang mencerahkan," ujarnya. "Insyaallah saya pun akan mengabdikan pikiran dan gagasan keislaman untuk Indonesia. Sebab bangsa yang besar adalah bangsa yang memiliki impian, gagasan, dan pemikiran yang besar terhadap kelangsungan masa depannya."

Menurut Sukidi, gagasan tentang The Indonesian Dream sangatlah inspiratif karena saat ini kita berada di Agustus, bulan kelahiran bangsa dan negara Indonesia yang berdaulat. Inilah saat yang tepat untuk mengenang kembali warisan paling berharga dari bapak dan ibu pendiri bangsa. Imajinasi tentang impian Indonesia harus segera kita rumuskan dan kampanyekan bersama sebagai bintang penuntun untuk mewujudkan Indonesia yang modern, sejahtera dan demokratis.

Ada dua alasan The Indonesian Dream harus digelorakan. Pertama, ini merupakan cara terbaik kita untuk mengenang jasa para pendiri bangsa. Mereka telah menetapkan gagasan tentang Indonesia yang mampu bertahan selama 76 tahun. Kita percaya gagasan ini akan bertahan selamanya. 

Kedua, gagasan ini juga menjadi ikhtiar bangsa Indonesia untuk senantiasa mencurahkan ide, pikiran, dan karya demi Indonesia yang lebih baik. The Indonesian Dream merupakan impian bersama seluruh masyarakat Indonesia tentang negara terbaik. Gagasan ini juga diharapkan mampu menautkan sejarah masa silam dengan realita hari ini.  

Baca juga: Presiden Ingin Indonesia Jadi Produsen Teknologi

Pertautan ini dapat melahirkan optimisme rasional yang memberikan harapan dan cita-cita mulia bangsa. Kita perlu berikhtiar bersama dengan mengajak seluruh komponen bangsa untuk berpikir tentang Indonesia yang kita cita-citakan bersama. (RO/OL-14)

BERITA TERKAIT