07 August 2021, 13:51 WIB

MUI Sediakan Layanan Konsultasi Agama Terkait Covid-19


Ferdian Ananda Majni | Humaniora

GERAKAN Nasional Majelis Ulama Indonesia (Gernas MUI) Penanggulangan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi meluncurkan layanan konsultasi agama dan kesehatan bagi masyarakat secara virtual terkait Covid-19.

Wakil Ketua Gernas MUI Cholil Nafis menjelaskan layanan ini dilatarbelakangi krisis akibat pandemi covid-19 di Indonesia. Dalam hal ini, tidak hanya mengancam kesehatan fisik, namun juga pada kesehatan mental.

Sejak adanya pembatasan sosial dan terjadi lonjakan kasus covid-19, kesabaran umat pun terus diuji. Kajian Universitas Oxford Inggris yang diterbitkan Jurnal The Lancet Psychiatry, menemukan fakta bahwa satu dari lima penyintas covid-19 mempunyai risiko besar terkena gangguan mental. 

Dalam riset tersebut terungkap 20% orang yang pernah terinfeksi covid-19 mengalami gangguan kejiwaan dalam waktu 90 hari. Gejala yang banyak muncul setelah dinyatakan sembuh adalah kecemasan, depresi dan insomnia.

Baca juga: Epidemiolog: Ada 1 Juta Infeksi Covid-19 yang Tidak Terdeteksi

Temuan ini, lanjut Cholil, sejalan dengan survei Puslitbang Bimas Agama Dan Layanan Keagamaan Badan Litbang Dan Diklat Kementerian Agama berjudul “Urgensi Layanan Agama di Masa Pandemi Covid-19”. Survei menyebutkan bahwa 55,1% respons setuju pandemi covid-19 memengaruhi keyakinan atau praktik keberagamaan.

Pandemi covid-19 memang telah meluluhlantahkan sendi-sendi kehidupan. Termasuk, rutinitas mengakses kajian, ceramah dan tausiyah keislaman secara tatap muka dengan ustadz, yang barangkali biasa dilakoni dalam kondisi normal.

“Apalagi bagi mereka yang terpapar parah covid-19. Kendala akses tentu lebih sulit lagi,” pungkas Cholil dalam keterangannya, Sabtu (7/8).

Kabar baiknya, 86,7% responden berupaya terhubung dengan (mencari support dari) pemuka agama dan komunitas agama. Saat isolasi mandiri, berbagai aktivitas dilakukan. Seperti, 56,3% mendengar atau membaca kitab suci, 47,2% mendengar ceramah dan 42,8% dzikir/meditasi. Namun, sedikit yang konsultasi psikologis secara khusus.

Baca juga: Negara Bertanggung Jawab terhadap Anak yang Ditinggal Orang Tua

"Hanya 22,1% responden yang mengaku pernah mendapat konseling psikologis-keagamaan selama pandemi," imbuh Chohlil.

Survei Kemenag juga menemukan fakta bahwa masih sedikit layanan konsultasi psiko-spiritual (psikologi keagamaan) yang tersedia. Padahal, sebagaimana disebutkan, 87% memang betul-betul berupaya terhubung dengan para pemuka agama masing-masing.

Cholil menjelaskan kehadiran Gernas MUI bukan hanya untuk membantu masyarakat berupa program jaringan pengamanan sosial dan kebutuhan pokok, namun juga layanan keagamaan dan kesehatan.

Masyarakat yang ingin berkonsultasi keagamaan Islam dan kesehatan terkait covid-19 bisa menghubungi melalui Whatsapp Center: 081219519529 (Bit.ly/layanancovidmui) atau 085880096960 (Bit.ly/LAYANANCOVIDMUI). Pun, bisa juga melalui email: salam.muipusat@gmail.com.(OL-11)
 

 

BERITA TERKAIT