06 August 2021, 17:45 WIB

Jalan Kaki dari Danau Toba ke Istana, Togu Simorangkir Diterima Presiden


Andhika Prasetyo | Humaniora

PRESIDEN Joko Widodo menerima aktivis lingkungan, Togu Simorangkir, di Istana Merdeka, Jakarta, pada Jumat (6/8) ini. Kedatangan Togu bertujuan menyampaikan secara langsung isu lingkungan dan konflik lahan di area sekitar Danau Toba, Sumatera Utara.

Sebelumnya, Togu Simorangkir bersama dua rekannya, yakni Anita Hutagalung dan Irwandi Sirait, melakukan aksi jalan kaki dari Danau Toba menuju Istana Negara. Ketiganya berjalan dari Makam Raja Sisingamangaraja XII di Soposurung, Balige, pada 14 Juni.

Lalu, mereka tiba di Jakarta pada akhir Juli, setelah menempuh perjalanan selama 44 hari. Aksi tersebut sebagai bentuk protes atas dugaan pencemaran lingkungan yang dilakukan PT Toba Pulp Lestari (TPL). Serta, respons atas bentrok PT TPL dengan masyarakat adat di wilayah Natumingka.

Baca juga: Masyarakat Adat Desak Menteri LHK Cabut Izin Konsensi PT TPL

"Tujuan dari aksi ini sebenarnya kelestarian Danau Toba untuk kesejahteraan generasi mendatang. Dengan misi ini, kita ingin mencari perhatian publik. Kita ingin mengatakan bahwa di Danau Toba, di Tanah Batak, sedang ada masalah," ujar Togu seusai diterima Presiden, Jumat (6/8).

Dalam pertemuan tersebut, pria yang mewakili Tim 11 Aliansi Gerak Tutup TPL, akhirnya mendapat komitmen dari Kepala Negara. Pemerintah diketahui akan membantu memperbaiki lingkungan yang rusak akibat operasional industri.

Baca juga: Sandiaga Godok Masterplan Pengembangan Wisata Danau Toba

"Bapak Presiden tadi mengatakan kerusakan lingkungan yang sudah terjadi, mari ditanami. Pemerintah siap memberikan bibit pohon. Bapak Presiden juga akan datang November atau Desember. Untuk melakukan penanaman bersama dengan Tim 11 dan masyarakat adat," papar Togu.

Selain itu, Kepala Negara juga menjanjikan untuk segera menyelesaikan sengketa 15 tanah adat pada bulan ini. Togu menegaskan bahwa dengan menjaga Danau Toba, generasi mendatang bisa turut menikmati keindahan dan kelestarian kekayaan alam tersebut.

"Kita berharap investasi yang di sekitar Danau Toba juga memperhatikan lingkungan hidup. Jangan hanya fokus mengeruk keuntungan, tapi mengabaikan kelestarian lingkungan," pungkasnya.(OL-11)
 

BERITA TERKAIT