04 August 2021, 23:45 WIB

KPI Jelaskan Peran Perempuan dalam Media Penyiaran


M Iqbal Al Machmudi | Humaniora

KOMISIONER Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat, Mimah Susanti menjelaskan posisi perempuan di media penyiaran terbagi menjadi 3 kategori. Pertama, peran perempuan sebagai target iklan.

"Perempuan menjadi target iklan dikarenakan 56% penonton merupakan perempuan. Menjadi wajar ketika perempuan dianggap punya pengaruh dalam keluarga untuk membeli produk," kata Mimah dalam webinar Kesetaraan Gender Sebagai Bagian Dari Cita-Cita Pembangunan Berkelanjutan, Rabu (4/8).

Sehingga perempuan bisa menjadi sasaran untuk iklan dan dapat dipengaruhi dengan membeli produk-produk yang ditampilkan.

Kedua, posisi perempuan dalam penyiaran sebagai pengisi materi program siaran. Meski terdapat program yang memberikan edukasi tetapi KPI mencatat dalam perjalanannya masih ada program-program yang memiliki potensi diskriminasi pada perempuan.

Seperti judul sinetron yang menyudutkan perempuan, visualisasi yang mengekspos tubuh perempuan, pemilihan angel dan caption foto/gambar pada tubuh perempuan.

"Ini banyak terjadi lose control apabila siaran live bahkan ketika kontrolnya lepas bisa mengambil gambar berkali-kali dan mengeksploitasi," ujar Mamih.

Selanjutnya, pemilihan kalimat/diksi yang bias akhirnya menciptakan stereotype pada korban, janda, disabilitas, dan lainnya. "Ini menjadi perhatian KPI juga ketika bahanya lepas tanpa kontrol," ucapnya.

Ketiga, perempuan sebagai tim produksi. Bagaimana perempuan menjadi decision maker atau penentu kebijakan akan menentukan arah program yang tertentu jadi lebih melindungi perempuan, anak, dan keluarga.

"Harapannya adalah kalau perempuan berada di progam tersebut bisa memberikan perlindungan perempuan lain, anak, dan keluarga," pungkasnya. (H-2)

BERITA TERKAIT