04 August 2021, 14:55 WIB

BOR RS Menurun, Sandiaga: Ada Titik Terang Pembukaan Wisata


Insi Nantika Jelita | Humaniora

TINGKAT ketersediaan tempat tidur (BOR) pasien covid-19 di sejumlah rumah sakit dilaporkan terus menurun. Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno menilai ada titik terang bahwa tempat wisata berpotensi dibuka kembali.

Sandiaga pun meminta agar pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Serta, disiplin terhadap aturan perpanjangan PPKM.

"Informasinya, tingkat keterisian rumah sakit sudah di bawah 60% dan ICU sudah di bawah 80%. Mudah-mudahan dengan kedisiplinan kita dalam penerapan PPKM level 4, tempat wisata bisa segera dimanfaatkan masyarakat kembali," ujar Sandiaga dalam keterangannya, Rabu (4/8).

Baca juga: Pandemi Berkepanjangan, Pelaku Pariwisata di Bali Berharap Bantuan

Pihaknya mengaku terus menggenjot vaksinasi covid-19 di seluruh destinasi wisata dan sentra ekonomi kreatif. Sandiaga menargetkan Kemenparekraf dapat mendistribusikan 34.000-40.000 dosis vaksin covid-19 kepada masyarakat.

"Dari Aceh sampai Papua, destinasi wisata dan desa wisata sekarang ini sedang berlomba-lomba, berpartisipasi dan Insyaallah suplai vaksinnya sudah datang. Semoga bisa segera disalurkan," ungkapnya.

Seiring dengan pemulihan sektor kesehatan, lanjut dia, pihaknya optimisistis Indonesia dapat menyongsong pariwisata era baru yang lebih berkualitas dan berkelanjutan di masa depan.

Baca juga: BOR Wisma Atlet Terus Alami Penurunan, Keterisian 27,5%

"Memang saat ini parekraf sedang dalam keadaan prihatin. Kita harapkan sektor parekraf bisa melalui pandemi. Insyaallah kita akan lebih baik, pariwisata yang berkualitas dan berkelanjutan," pungkas Sandiaga.

Soal penurunan BOR di Jawa Barat misalnya, setelah sempat menyentuh angka 90%, kini BOR pasien covid-19 di sejumlah rumah sakit sudah turun menjadi 55,17%. Angka ini di bawah batas aman yang ditentukan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), yakni 60%.

"Pascalibur Idulfitri, BOR kita mencapai 90%. Namun per 30 Juli, sudah di 55,17%. Ini sudah melewati batas kedaruratan WHO," tutur Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil beberapa waktu lalu.(OL-11)
 

 

BERITA TERKAIT