04 August 2021, 14:31 WIB

Menparekraf dan Menkes Terima Donasi Oksigen Konsentrator


Iis Zatnika | Humaniora

MENTERI Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno dan Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menghadiri penyerahan bantuan 130 unit oksigen konsentrator dari trip.com. Bantuan diserahkan di Kantor Bea dan Cukai Soekarno Hatta, Tangerang, pagi ini, Rabu (4/8).

Sandiaga menyatakan bantuan itu menjadi bagian dari kontribusi pelaku usaha parekraf terhadap upaya bersama bangsa ini untuk keluar dari pandemi. Oksigen konsentrator itu akan diserahkan kepada Kementerian Kesehatan yang selanjutnya akan mendistribusikannya ke fasilitas kesehatan.

"Ini adalah bentuk kontribusi kami. Kemenparekraf merangkul para pelaku parekraf, nanti akan ada lebih banyak lagi bantuan yang diberikan. Bantuan ini mungkin belum seberapa, namun kami harapkan bisa membantu kita untuk sama-sama bangkit di saat sulit seperti ini," kata Sandiaga.

Budi Gunadi menyatakan alat kesehatan untuk pertolongan pertama bagi pasien yang datang ke fasilitas kesehatan serta mereka yang mengalami gangguan pernafasan ringan itu akan digunakan di instalasi gawat darurat serta fasilitas isolasi.

Budi menjelaskan saat ini, dalam situasi lonjakan kasus, kebutuhan oksigen untuk kebutuhan medis mencapai 2.000 ton per hari, padahal total produksi oksigen nasional, termasuk untuk keperluan industri hanya mencapai 1.700 ton.

Sehingga, kata Budi Gunadi, alat portabel ini akan sangat membantu, karakternya yang ringan dan mudah dipindahkan juga akan memungkinkan dipinjamkan pada mereka yang menjalani isolasi mandiri di rumah. "Nanti kami atur mekanismenya, kita pinjamkan 10-14 hari hingga pasien pulih," kata Budi Gunadi.

Budi Gunadi merinci, pemerintah tengah mengupayakan ketersediaan alat oksigen konsentrator sebanyak 50 ribu buah, saat ini sudah terpenuhi 20 ribu buah.

Sementara perwakilan trip.com di Indonesia Sandy Sanyoto menyatakan pihaknya sangat terbantu dengan kemudahan dari Dirjen Bea dan Cukai sehingga alat impor itu bisa segera diterima. "Sebelumnya kami telah membagikan 100 ribu masker, saat itu pada 2020, ketersediaan masker yang memenuhi syarat masih belum memadai." (Zat/OL-09)

BERITA TERKAIT