03 August 2021, 18:55 WIB

Inilah Penyebab Target Vaksinasi Terkendala


Andhika Prasetyo | Humaniora

Juru bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengatakan pemerintah terus berupaya keras mengejar target dua juta vaksinasi Covid-19 per hari sebagaimana diinstruksikan Presiden Joko Widodo.

Kerja sama antara seluruh kementerian/lembaga dan TNI/Polri pun terus ditingkatkan baik dalam proses distribusi maupun pelaksanaan penyuntikan di lapangan. "Pemerintah berkomitmen mengejar cakupan vaksinasi. Program serbuan vaksinasi yang dilakukan bersama TNI/Polri juga terus digalakkan demi memastikan program berjalan lancar dan tepat sasaran," ujar Wiku kepada Media Indonesia, Selasa (3/8).

Ia mengaku, saat ini, kendala utama yang dihadapi dalam pelaksanaan vaksinasi adalah jumlah dosis vaksin jadi yang masih sangat terbatas. "Jumlah vaksin yang siap suntik masih terbatas. Pemerintah berusaha untuk mempercepat kedatangan dan kesiapan vaksin untuk segera disitribusikan," sambungnya.

Dalam kesempatan terpisah, Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengatakan untuk saat ini, Jawa dan Bali masih menjadi wilayah konsentrasi vaksinasi.

Alasannya tidak lain karena jumlah kasus aktif dan kematian yang tinggi. "Jabodetabek, Bandung Raya, Semarang Raya, Solo Raya, Yogyakarta, Surabaya Raya dan juga Malang Raya dan Bali itu adalah daerah yang tingkat kasus aktifnya paling tinggi dan juga kematiannya paling tinggi," terang Budi.

Ia mengungkapkan daerah-daerah yang disebutkan itu, pada Juli, baru bisa melaksanakan 382 ribu suntikan per hari. Pada Agustus, mantan wakil menteri BUMN itu menargetkan angka penyuntikan dapat dinaikkan menjadi 1,2 juta dosis per hari.

Dengan begitu, sasaran 2 juta dosis per hari secara nasional berpeluang untuk terwujud. (OL-12)

BERITA TERKAIT