03 August 2021, 18:21 WIB

Lansia dan Remaja Paling Sedikit Terima Vaksin Covid-19


M. Iqbal Al Machmudi | Humaniora

HINGGA saat ini, masyarakat dengan kategori lansia dan remaja masih menjadi penerima vaksin covid-19 paling sedikit. Itu mencakup vaksinasi dosis tahap pertama maupun dosis tahap kedua.

Per 2 Agustus 2021, kategori lansia yang sudah menerima vaksin dosis pertama sebanyak 4,85 juta orang atau baru 22,54%. Lalu, vaksin kedua sebanyak 3,19 juta orang atau baru 14,82%. Padahal, target yang dipasang pemerintah mencapai 21,55 juta orang.

Kemudian, vaksinasi dosis pertama untuk remaja baru 969.409 orang atau 3,63%. Untuk vaksinasi dosis kedua sekitar 11.189 orang atau 0,04%. Pemerintah menargetkan vaksinasi covid-19 terhadap 26,70 juta remaja.

Baca juga: RI Kembali Terima Pasokan Vaksin Covid-19 Sinopharm

"Kalau kita lihat memang lansia dan remaja masih minim dan menjadi PR," ujar Juru Bicara Vaksinasi Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi dalam seminar virtual, Selasa (3/8).

Adapun masyarakat yang sudah menerima vaksin dosis pertama sebanyak 47,68 juta orang atau baru 22,90%. Lalu, yang sudah menerima vaksinasi tahap kedua sebanyak 20,93 juta orang atau baru 10,05%.

Untuk lansia dengan komorbid menjadi prioritas untuk divaksin covid-19. Siti menyoroti banyak informasi yang salah terkait lansia dengan komorbid yang disarankan tidak menerima vaksin.

"Banyak sekali lansia yang mendapat informasi bahwa kalau ada komorbid malah jangan divaksin. Itu adalah berita yang salah. Semakin banyak komorbid, risiko kematian dan kesakitan semakin tinggi," imbuh Siti.

Baca juga: Mensos: Vaksinasi bagi Penyandang Disabilitas Menjadi Prioritas

Case fatality rate pada usia di atas 60 tahun mencapai 11,5% dan case fatality rate usia 50-59 hanya 5,3%. "Itulah mengapa lansia menjadi penting untuk dilakukan vaksinasi," pungkasnya.

Diketahui, kalangan yang paling banyak menerima vaksin dosis pertama adalah petugas publik, yakni 26,09 juta orang atau 150,63%. Lalu, vaksin tahap kedua sebanyak 11,84 juta orang atau 68,38%.

Untuk tenaga kesehatan, lanjut Siti, yang sudah menerima vaksin tahap pertama mencapai 1,59 juta orang atau mencapai 108,86%. Kemudian, vaksinasi tahap kedua sebanyak 1,45 juta orang atau 99,38%.(OL-11)
 

BERITA TERKAIT