03 August 2021, 12:55 WIB

Rencananya Siswa SMK Dilibatkan Dalam Produksi Laptop Chromebook


Faustinus Nua |

KEMENTERIAN Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) menggandeng Google Indonesia dan 6 industri elektronik dalam negeri untuk memproduksi laptop Chromebook. Dalam produksi masal itu, industri direncanakan melibatkan siswa-siswa SMK di Tanah Air.

"Nantinya keenam produsen dalam negeri ini membantu memproduksi ratusan ribu laptop pada tahun 2022. Kita harapkan dapat melibatkan ribuan anak muda Indonesia sebagai SDM dan tenaga kerja khususnya dari siswa SMK," demikian harapan Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi, Kemendikbudristek, Wikan Sukarinto dalam acara Google for Education dan peluncuran Chromebook buata Indonesia 2021, Selasa (3/8).

Wikan membeberkan enam produsen elektronik lokal yang terlibat adalah Advan, Axioo, Evercoss, SPC, Zyrex dan TSM. Keenamnya akan berkolaborasi dengan siswa-siswa SMK sebagai implementasi link and match berbasis project base learning antara sektor pendidikan dan industri.

Melalui produksi laptop masal, siswa yang terlibat akan mendapat pengalaman, sekaligus meningkatkan keterampilan di sektor industrk elektronik. "Inilah salah satu bentuk konkret nyata link and match antara pendidikan vokasi berbasi project base learning,bindustri dan dunia kerja," imbuhnya.

Wikan mengharapkan kolaborasi itu akan menjadi inspirasi bagi industri lain lainnya dengan dunia pendidikan vokasi. Keenam industro ekeltronik dalam negeri tadi sangat diharapkan dapat menciptakan lini produksi yang bertegrasi dengan pendidikan vokasi.

"Ya, tentunya akan kita dukung secara penuh dengan semangat bangga buatan Indonesia utnuk mendukung semangat Merdeka Belajar," ujarnya.

Dia juga menambahkan pentingnya pemanfaat teknologi digatal di masa pandemi. Mengingat banyak aktivitas yang dilakukan secsra daring termasuk di sektor pendidikan.

Managing Director, Google Indonesia Randy Jusuf menyampaikan di tengah masa sulit ini, pihaknya terus mambntu masyarakat. Begitu pula dengan dunia pendidikan yang terdampak buruk.

"Menjadikan Google untuk semakin membantu adalah bagian penting dari misi kami dan ini kita berlaku jugadi bidang pendidikan," katanya.

Lebih dari 170 juta pelajar dan pendidik dunia kini mengandalkan alat dari Google. Google Indonesia pun terus membantu untuk menjaga kualitas pendidikan nasional melalui daring.

Sejak awal pandemi, Google merespons dengan menyediakan akses ke teknologi, membantu memperbaiki infrastruktur digiral, dan melancarkan peralihan ke sistem belajar jaur jauh.

Randy mengatakan bahwa pihaknya membantu Kemendikbudristek memodernkan teknologi pendidikan secara nasional. "Saat ini kamin senag sekali bisa mengumumkan sejumlah jenis laptop yang menggunakn Chrome OS akan dibiat di Indonesia," imbuhnya.

"Dengan dukungan Kemendikbudristek kami bekerja sama dengan 6 industri untuk merakit Chromebook di Indonesia. Ini adalah pertama kalinya produsen Indonesia membuat chromebook untuk Indonesia dan pasar ekspor," tandasnya.(OL-13)

Baca Juga: PPKM hingga 9 Agustus, Kartu Vaksin Wajib untuk Transportasi Udara

BERITA TERKAIT