02 August 2021, 21:18 WIB

Pemerintah Waspadai Kasus Kematian


M. Ilham Ramadhan Avisena | Humaniora

MENTERI Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengungkapkan, kasus konfirmasi aktif di Pulau Jawa-Bali telah mengalami penurunan dalam satu minggu terakhir.

Setidaknya penurunan kasus aktif itu mencapai 50% dari jumlah kasus terkonfirmasi positif pada 15 Juli 2021.

"Kalau kita lihat, sejak puncaknya pada tanggal 15 Juli 2021, sampai dengan hari ini menunjukkan penurunan. Kita melihat angka itu sudah 50%. Ini saya kira memberikan harapan yang bagus tapi kita tetap harus berhati-hati karena menghadapi delta varian ini," jelasnya dalam konferensi pers secara virtual, Senin (2/8).

Kendati mengalami penurunan kasus, kata Luhut, penerapan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level III dan IV di beberapa wilayah di Jawa-Bali akan tetap dilanjutkan mulai 3 Agustus hingga 9 Agustus 2021.

Dalam sepekan ke depan, sebanyak 12 kabupaten/kota di Pulau Jawa-Bali akan menerapkan PPKM level III, dan satu kabupaten/kota menerapkan PPKM level II. Sementara beberapa wilayah akan kembali menerapkan PPKM level IV.

Penerapan PPKM level IV di sejumlah wilayah di Pulau Jawa-Bali, kata Luhut, didasari pada tingginya tingkat kematian pasien covid-19.

"Terdapat beberapa kabupaten/kota yang akhirnya harus kembali ke level IV, bukan karena peningkatan kasus aktif, tapi lebih kepada peningkatan kasus kematian," imbuh dia.

"Terkait beberapa wilayah yang masuk level III dan IV akan dikeluarkan instruksi Menteri Dalam Negeri dalam waktu dekat," sambung Luhut.

Pemerintah, lanjutnya, menyoroti tingginya angka kematian pasien covid yang terjadi di beberapa wilayah Jawa-Bali. Luhut menyampaikan, sebagian besar korban jiwa muncul karena melakukan isolasi mandiri di rumah.

Baca juga: Presiden: PPKM Level 4 Dilanjutkan Sampai 9 Agustus

"Ini terjadi karena masih banyaknya masyarakat yang melakukan isoman, sehingga telat mendapatkan perawatan intensif di RS yang akhirnya menyebabkan kematian karena saturasi oksigen mereka rerata di bawah 90," terangnya.

Kasus kematian tinggi akibat isoman dan terlambat mendapatkan penangangan medis itu terjadi di empat aglomerasi besar Jawa-Bali, yakni Bali, Malang Raya, Daerah Istimewa Yogyakarta, dan Solo Raya.

Luhut bilang pemerintah sudah mengidentifikasi hal tersebut dan akan menerapkan langkah mitigasi guna mencegah tingginya kasus kematian. Dia berharap dalam satu pekan ke depan, tingkat kematian di empat wilayah tersebut dapat ditekan.

Langkah mitigasi yang disiapkan pemerintah tersebut berupa pembetukkan satuan tugas di tiap wilayah. Nantinya satuan tugas itu akan menjemput pasien covid yang menjalani isolasi mandiri dan dibawa ke isolasi terpusat.

"Pemerintah mendorong pembukaan isolasi terpusat baru di wilayah dan mendorong peran serta TNI/Polri dan Pemda untuk terlibat aktif melakukan 3T, dan juga penjemputan kepada masyarakat yang sedang melakukan isolasi mandiri agar tidak terjadi keadaan yang tidak diinginkan. Juga pemanfaatan dana desa 8% untuk pembelian barang-barang yang diperlukan untuk mendeteksi secara dini, jangan sampai ada yang meninggal lagi di kediaman atau isolasi mandiri," terang Luhut.

Fasilitas isolasi terpusat itu dilengkapi dokter, perawat, obat-obatan, oksigen dan konsumsi pasien. Pemerintah, imbuh Luhut, menyiapkan 49 ribu tempat tidur di pulau Jawa-Bali.

Dia menambahkan, pemerintah berupaya menurunkan tingkat kematian pasien covid akibat melakukan isoman. Hal itu mestinya tak perlu terjadi. Karenanya pemerintah mendorong agar pasien dengan gejala berat mendapatkan perawatan medis yang layak.

"Varian delta ini sangat cepat membuat penurunan saturasi oksigen. Isolasi terpusat baik di level desa, kecamatan, kabupaten/kota, atau provinsi sangat penting, terutama bagi pasien berisiko tinggi atau pun yang di rumahnya ada ibu hamil, orang tua, orang komorbid," jelas Luhut.

Sejalan dengan itu, pemerintah juga memastikan ketersediaan oksigen serta obat-obatan yang dibutuhkan pasien covid-19 terenuhi. Kemudian kapasitas rumah sakit di tiap wilayah turut ditingkatkan untuk mengantisipasi terjadinya krisis tempat tidur. (OL-4)

BERITA TERKAIT