30 July 2021, 21:12 WIB

Untar Pertemukan Mahasiswa 9 Negara untuk Bekal Hadapi Post Covid-19


mediaindonesia.com | Humaniora

MENUTUP bulan Juli, Universitas Tarumanagara (Untar) terus menginjak pedal akselerator untuk mengembangkan potensi para mahasiswa di level global. Yakni melalui Program Pertukaran Mahasiswa Internasional (International Student Exchange Program) 2021 dengan tema 'Thriving through Pandemic: The Emerging Future'.

Pertukaran mahasiswa internasional yang dilakukan pada 29-30 Juli ini diikuti oleh lebih dari 600 peserta yang tersebar di seluruh penjuru dunia. Seperti Malaysia, Taiwan, Hongkong, India, Filipina, Australia, Inggris, Yordania, dan tentunya Indonesia.



 

Komentar positif Kepala LLDIKTI Wilayah III, Prof. Dr. Agus Setyo Budi, M.Sc. disampaikan dalam sambutannya, bahwa program pertukaran ini dapat memberikan pengalaman yang baik bagi mahasiswa. “Hal ini sejalan dengan program merdeka belajar di mana kita bisa lihat pada acara ini berbagai topik dari bidang ilmu yang berbeda dapat digabungkan dalam satu program pertukaran mahasiswa,” ujarnya.

Presiden Tunku Abdul Rahman University College (TARUC) Malaysia, Prof. Ir. Dr. Lee Sze Wei yang merupakan rekan penyelenggara ISEP 2021, menyampaikan bahwa ini merupakan perjalanan kolaborasi lanjutan antara Untar dengan TARUC untuk terus memberikan mahasiswa kesempatan belajar di tingkat internasional.

Selain mengikuti sesi seminar selama dua hari, para peserta ISEP 2021 juga berkesempatan melakukan berbagai aktivitas menarik seperti menyajikan pertunjukan, memberikan pandangan dan berbagi informasi pada sesi diskusi, hingga menulis paper ilmiah yang akan disajikan pada konferensi internasional. Para mahasiswa yang berhasil membuat tulisan yang memenuhi kriteria penulisan paper ilmiah, akan mendapatkan kesempatan untuk dipublikasikan pada acara Tarumanagara International Conference on the Applications of Social Sciences and Humanities (TICASH), Agustus mendatang.

"Acara ini diharapkan dapat menghasilkan scientific paper yang berkualitas, serta dapat mengasah soft skill dan hard skill seluruh mahasiswa karena mendapatkan pengetahuan yang tidak saja bersifat teori tapi juga praktikal. Kami berterima kasih atas partisipasi dari 22 perguruan tinggi asing dari 8 negara dan 43 perguruan tinggi di Indonesia atas antusiasmenya mengikuti program ISEP 2021 dengan narasumber handal yang memiliki latar belakang akademisi dan praktisi,” imbuh Rektor Untar Prof. Dr. Ir. Agustinus Purna Irawan.



Kegiatan hari pertama diisi dengan sesi yang membahas tentang bagaimana dunia menangani Covid-19 terutama varian baru, yang mulai marak muncul di berbagai negara, dan bagaimana masyarakat dapat bertahan di masa pandemi. Dibawakan oleh dr. Velma Herwanto, Sp.PD., Ph.D. dalam sesi 'Covid-19 Pandemic: How to Deal with and Survive', menganjurkan masyarakat untuk selalu mengikuti anjuran pemerintah, menerapkan protokol kesehatan, mengonsumsi vitamin, dan rutin berolahraga, serta tidak boleh beranggapan bahwa masyarakat yang terpapar Covid-19 adalah tertuduh yang harus diasingkan, melainkan harus didukung.

Direktur PT. Astra Honda Motor (AHM) Indonesia David Budiono, memberikan tips agar bisnis tetap bertahan di masa pandemi. 'Creative & Innovative Product Design for Business Continuity', di mana inovasi-inovasi teknologi harus terus dilakukan agar bertahan di masa pandemi.

Mendekati akhir sesinya, David kembali menyebutkan kunci kesuksesan AHM dalam pandemi yaitu loyalitas dari karyawan. "Karyawan adalah aset bagi perusahaan yang harus menjadi perhatian, khususnya di masa pandemi agar dapat bekerja dalam kondisi prima. Karyawan dan keluarga harus difasilitasi mengikuti program vaksinasi dan harus selalu menerapkan protokol kesehatan dalam setiap alur kerja," ujar David menutup presentasinya. 

Hari kedua program, disajikan topik-topik yang menarik untuk memotivasi dan mempersiapkan mahasiswa menghadapi masa datang yang memiliki ketidakpastian. Sesi-sesi yang tak kalah menarik menghiasi sepanjang hari kedua ISEP 2021. President Director of EMC Singapore Eddy Yansen mengawali dengan membahas bagaimana sosial media platform saat ini memiliki dampak yang luas terhadap bidang komunikasi dan marketing. "Bisnis apapun harus dilandaskan pada trust dan strategi, khususnya dalam memilih platform media sosial mana yang terbaik yang akan digunakan."

Dilanjutkan CEO Talks bersama CEO Bizhare Indonesia sekaligus penerima Forbes 30 under 30, Heinrich Vincent.  Alumni Arsitek Untar ini menceritakan pengalaman melakukan lompatan dari dunia arsitektur terjun ke dunia fintech.

Tips untuk selalu aktif di usia muda seperti mengikuti kegiatan organisasi, hadir seminar-seminar, mau mencoba hal baru, membangun network, adalah beberapa hal yang dilakukan Heinrich selama masih di bangku sekolah dan kuliah.

Diakhiri dengan kuliah yang membahas Model Bisnis Internasional untuk Dunia Post Covid-19 oleh Dr. Chong Wei Ying dari Tunku Abdul Rahman University College Malaysia, dan ditutup dengan penampilan performance seluruh partisipan.

Konektivitas antar mahasiswa dari berbagai negara, berbagai universitas, sangat terlihat harmoni. Latar belakang negara, budaya, suku dan ras yang berbeda tidak menjadi penghalang untuk bersatu membuat dunia lebih baik. Inilah ciri khas penyelenggaraan ISEP 2021. (RO/OL-10)

BERITA TERKAIT