28 July 2021, 05:25 WIB

Harus Isolasi Mandiri di Rumah? Ini yang Hal-Hal yang Harus Anda Lakukan


Henry Hokianto | Humaniora

APA saja yang harus Anda lakukan saat harus melakukan isolasi mandiri karena dinyatakan positif covid-19? Pakar kedokteran respirasi Eric Daniel Tenda, dalam ZOOMinar episode 3 yang digelar ILUNI UI dan ILUNI UI Policy Center membeberkan apa-apa saja yang harus Anda lakukan

Pertama, pasien harus mengetahui terlebih dahulu apakah kasus yang mereka miliki itu tanpa gejala, bergejala ringan, bergejala sedang atau bergejala berat.

"Berdasarkan buku Panduan Isolasi Mandiri yang dibuat perhimpunan dokter spesialis penyakit dalam, ada 3 syarat untuk bisa melaksanakan isolasi mandiri yaitu tidak bergejala, bergejala ringan, dan memiliki kamar sendiri dengan ventilasi yang baik," ungkap Eric.

Baca juga: Muhammadiyah Minta Pemerintah Konsisten dalam Penanganan Pandemi

Yang dimaksud dengan tanpa gejala, lanjutnya, adalah pasien yang terinfeksi covid-19 tapi tidak menunjukkan gejala apa pun, frekuensi nafas masih normal sekitar 12-20x per menit, dan saturasi oksigen yang dihitung oleh alat pulse oximeter lebih dari 95% dan tidak pernah turun. Jika saturasi oksigen berada di bawah 90% atau 93% bisa dikatakan kasus covid-19 yang dialami cukup berat dan memerlukan perawatan di rumah sakit sesegera mungkin.

Sedangkan gejala ringan berarti pasien memiliki gejala seperti sakit kepala, sakit tenggorokan, pilek, dan demam.

Saat isolasi mandiri, pasien harus menyiapkan beberapa alat seperti, termometer untuk mengukur suhu tubuh dan juga pulse oximeter untuk mengukur saturasi oksigen para pasien.

Pengukuran dari termometer dan pulse oximeter juga harus dilakukan secara berkala, minimal 3 kali sehari. Yang perlu dicatat adalah penggunaan alat tersebut harus digunakan dengan benar agar hasil yang dikeluarkan juga akurat, sehingga tidak menimbulkan kepanikan berlebih.

Menurut Eric, pasien tanpa gejala bisa dibantu dengan meminum suplemen dan vitamin juga di samping dari obat yang sudah diberikan. Sedangkan pasien dengan gejala ringan, bisa dibantu dengan vitamin dan mineral. Adapun konsumsi obat antivirus harus tetap melalui konsultasi terlebih dahulu dengan petugas kesehatan.

Bagi para pasien tanpa gejala, mereka harus menjalani isolasi mandiri selama 10 hari lalu melakukan test swab RT-PCR. Apabila masih positif dan tanpa gejala, pasien bisa kembali melanjutkan isolasi mandiri.

Jika pasien merasakan terdapat gejala ringan, bisa dikonsultasikan terlebih dahulu kepada Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) untuk mendapatkan evaluasi dan terapi lebih lanjut. Jika diminta melakukan isolasi mandiri, pasien harus melakukan isolasi mandiri selama 10 hari + 3 hari tanpa gejala lalu melakukan test swab RT-PCR dan jika masih positif tanpa gejala, pasien harus kembali isolasi mandiri selama 10 hari.

Berdasarkan laman daring covid-19.go.id beberapa hal yang harus dilakukan selama isolasi mandiri di rumah adalah:

  1. Tinggal di rumah, jangan berinteraksi dengan masyarakat
  2. Gunakan kamar terpisah
  3. Menjaga Jarak paling tidak 1 meter dengan orang lain
  4. Gunakan masker selama isolasi mandiri (baik si pasien dan yang merawat)
  5. Ukur suhu setiap hari dan pantau terus kondisi tubuh setiap harinya, jika semakin buruk, harus mengontak 119 ext 9
  6. Hindari pemakaian alat makan bersama
  7. Terapkan perilaku hidup bersih dengan mencuci tangan selama 20 menit dan makan makanan yang bergizi
  8. Berjemur setiap pagi di bawah sinar matahari langsung
  9. Bersihkan benda-benda yang sering dipegang
  10. Hubungi fasilitas kesehatan atau hotline 119 ext 9 jika kondisi memburuk


Pasien juga bisa melakukan telekonsultasi jika dibutuhkan. Eric menyarankan saat melakukan telekonsultasi, pasien harus memberikan informasi serinci mungkin kepada dokter, mulai dari suhu tubuh, sudah berapa lama terinfeksi, dan saturasi oksigen.

Dilansir dari web kawal covid, per 25 Juli 2021, total pasien yang terinfeksi covid-19 di Indonesia menyentuh angka 3.127.826 dengan kasus aktif sebanyak 574.135, yang dinyatakan sembuh sekitar 2.471.678, dan yang meninggal sekitar 82.013. (OL-1)

BERITA TERKAIT