27 July 2021, 13:16 WIB

Lembaga Pendidikan Harus Terus Berinovasi


Andhika Prasetyo | Humaniora

PRESIDEN Joko Widodo menekankan dunia pendidikan Tanah Air harus terus berinovasi, menciptakan berbagai terobosan untuk mengikuti perkembangan zaman.

Hal tersebut harus dilakukan agar lembaga-lembaga edukasi di Indonesia bisa bertahan, terlebih di masa pandemi seperti sekarang.

"Pandemi merupakan sebuah ujian terhadap ketangguhan kita. Pandemi adalah pressure test untuk mengetahui sejauh mana kita mampu menghadapi tekanan, untuj menguji ketangguhan kita di segala bidang, termasuk dunia pendidikan kita," ujar Jokowi dalam Konferensi Forum Rektor Indonesia, Selasa (27/7).

Kepala negara mengatakan lembaga pendidikan, terutama pendidikan tinggi, harus mulai memperkuat posisi sebagai edutech institution.

Teknologi digital harus dimanfaatkan semaksimal mungkin, tidak hanya untuk memfasilitasi pengajaran tetapi juga menciptakan program-program baru yang bisa meningkatkan kualitas pendidikan.

Baca juga: Kampus Digital Jadikan Univeritas untuk Menjawab Tantangan Masa Depan

Contohnya adalah Kampus Merdeka dan Merdeka Belajar. Melalui instrumen tersebut, mahasiswa bisa belajar kepada siapa saja dan dimana saja.

"Mereka bisa mempelajari apa yang mereka rasa penting. Sistem pembelajaran harus diperbarui karena banyak pengetahuan dan keterampilan yang menjadi tidak relevan lagi, yang menjadi usang karena disrupsi. Banyak pengetahuan baru yang bermunculan yang dikembangkan oleh lembaga peneliti dan praktisi yang barangkali belum sempat dibukukan. Banyak jenis pekerjaan yang hilang karena distrupsi, tetapi juga banyak pekerjaan baru yang bermunculan di masa kini dan masa yang akan datang karena disrupsi," jelas presiden.

Selain itu, institusi pendidikan tinggi juga harus bisa memfasilitasi mahasiswa untuk belajar kepada siapapun, dimanapun dan tentang apapun.

Universitas harus menyiapkan kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan anak-anak didik mereka, yakni berorientasi kepada dunia kerja.

"Pembelajaran dari para praktisi termasuk pelaku industri sangat penting untuk difasilitasi. Bobot SKS untuk belajar dari praktisi dan industri harus lebih besar. Mentor dari sektor industri di dalam kampus harus ditambah," tutur mantan wali kota Solo itu.(OL-5)

BERITA TERKAIT