27 July 2021, 10:26 WIB

Pascalebaran, Kebutuhan Oksigen Medis Naik Jadi 2.500 Ton Per Hari


Kautsar Bobi | Humaniora

MENTERI Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengatakan kebutuhan oksigen medis mengalami peningkatan pesat setelah Lebaran hingga mncapai mencapai 2.500 ton per hari. Padahal, sebelum Lebaran, kebutuhan oksogen medis per hari hanya 400 ton.

"Kapasitas produksi Indonesia 1.700 ton per hari sehingga kita ada gap," ujar Budi dalam konferensi pers secara virtual, Senin (26/7).

Untuk menutupi kekurangan itu, pemerintah telah memiliki dua strategi. Pertama, dengan mengimpor oksigen konsentrator. Setiap 1.000 oksigen konsentrator bisa memproduksi sekitar 20 ton oksigen per hari.

Baca juga: Menko PMK Sebut Kebutuhan Oksigen Medis di Kaltim Sangat Mendesak

"Oksigen konsentrator itu adalah kaya pabrik oksigen kecil yang bisa kita pasang di rumah atau di ranjang rumah sakit, yang penting ada listriknya saja," jelasnya.

Saat ini, sudah ada donasi oksigen konsentrator sebanyak 17.000 buah dan jumlah tersebut akan terus bertambah. Pemerintah juga berencana membeli 20.000 unit yang akan didistribusikan ke seluruh rumah sakit dan tempat isolasi terpusat.

"Agar orang yang membutuhkan oksigen, yang positif (covid-19), bisa menghirup oksigen yang dihasilkan oleh oksigen konsentrator ini," tuturnya.

Strategi kedua, pemerintah akan menambah oksigen liquid untuk rumah sakit, khususnya di ruang ICU. Hal itu akan terpenuhi melalui ekstra kapasitas dari pabarik industri yang memproduksi oksigen.

"Misalnya pabrik baja, pabrik smelter, nikel kemudian juga ada pabrik pupuk. Mereka memproduksi oksigen di dalam negeri itu yang nanti akan kita tarik dan kita distribusikan ke seluruh provinsi," pungkasnya. (OL-1)

BERITA TERKAIT