26 July 2021, 18:57 WIB

Nadiem Ajak Anak Indonesia Tetap Semangat Belajar di Tengah Pandemi


Faustinus Nua | Humaniora

MENTERI Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Makarim mengajak anak-anak Indonedia tetap semangat untuk belajar meski di tengah situasi krisis. Kondisi pandemi bukan penghalangan bagi para siswa untuk bisa berprestasi.

"Jangan berhenti belajar dan bermimpi di tengah kondisi apapun. Masa depan depan cerah adalah jawaban bagi merka yang berani berdiri dan berlari," ungkapnya dalam webinar Hari Anak Nasional 2021 yang digelar KPCPEN, Senin (26/7).

Nadiem menyampaikan apresiasi kepada anak-anak yang tetap semangat belajar dan tetap berprestasi di tengah pandemi. Menurutnya, semangat itu yang membuat pemerintah dan para tenaga pendidik pantang menyerah untuk terus memberikan pendidikan yang terbaik.

Pemerintah terus mencari solusi untuk memastikan agar hak anak-anak Indonesia untuk mendapat pendidikan terpenuhi. Di samping itu, kesehatan mereka pun harus tetap dijamin.

"Bagi adik-adik yang sekarang masih harus belajar dari rumah saya harap kalian tetap semangat dan bersabar karena kesehatan dan keselamatan kalian selalu menajadi prioritas kami. Dan bagi kalian yang sudah mulai melakukan PTM terbatas tolong tetap disiplin mematuhi prokes. Kesehatan kalian adalah ketangguhan Indonesia, Semangat kalian adalah bekal kita untuk tumbuh," tandasnya.

Dalam webinar tersebut, Tiara Fairuz Alfie Airlangga  tidak mampu menyembunyikan naluri alami seorang anak-anak yang rindu dengan sanak saudaranya, yang selama pandemi ini berlangsung, tidak dapat dikunjunginya. Tiara juga rindu dengan kehidupan normalnya, termasuk.kehidupan di sekolah.

"Semoga kita bisa lebih mematuhi protokol kesehatan dan juga mematuhi semua aturan dari pemerintah supaya pandemi ini bisa cepat berakhir," katanya.

Baca juga : Adapto, Fitur Baru Ruangguru untuk Interaksi Bak Guru Privat

Salah satu peserta Webinar lainnya, Rachelle Kathleen Rahardjo juga memiliki harapan yang sama. Siswi SDN 15 Mangkubumen Lor Surakarta itu berharap seluruh anggota keluarganya dapat disiplin melaksanakan protokol kesehatan.

"Kalau tidak penting tidak perlu keluar rumah, karena kita tidak mau keluarga kita tertular Covid-19. Kalau ada keluarga di rumah tertular, kan kita juga bisa tertular. Dan kalau harus keluar, jangan lupa masker double," katanya.

Menanggapi suara hati anak-anak Indonesia dalam webinar KPCPEN Hari Anak Nasional 2021 itu, Dokter Spesialis Anak Soedjatmiko mengungkapkan, rasa haru sekaligus gembira karena seluruh peserta anak-anak yang hadir dinilainya telah memiliki pengetahuan yang cukup terkait virus korona yang telah menyebabkan jutaan rakyat Indonesia sakit, dan banyak diantaranya memerlukan perawatan intensif di rumah sakit.

Soedjatmiko senang, anak-anak sudah memahami pentingnya disiplin melaksanakan protokol kesehatan untuk memutus rantai penyebaran Covid-19, yang diantaranya meliputi menjaga jarak, mencuci tangan, menggunakan masker dan menghindari kerumunan serta mengurangi mobilitas.

"Dan bagi anak-anak jangan ragu untuk divaksinasi. Vaksinasi ini harus dua kali agar optimal karena vaksinasi ini baru dinilai optimal sekitar 1-2 bulan setelah vaksinasi kedua," katanya.

Harapan Soedjatmiko itu bukan tanpa alasan. Sekitar 400 ribu anak-anak Indonesia sudah terpapar Covid-19. Itu berarti sekitar 13% penularan SARS-CoV-2 di Indonesia dialami oleh kelompok usia anak. Data yang disampaikan Ikatan Dokter Anak Indonesia menyebutkan, 1 dari 83 kematian akibat Covid-19 di tanah air, adalah anak-anak, dan dari seluruh kasus kematian anak akibat Covid-19, 50% terjadi pada anak-anak di bawah usia lima tahun.  (OL-7)

BERITA TERKAIT