26 July 2021, 07:57 WIB

BIN Gelar Vaksinasi di Ponpes dan Madrasah, Door to Door, serta Bagikan Ribuan Bansos di 7 Provinsi


mediaindonesia.com | Humaniora

KEPALA Badan Intelijen Negara (BIN) Jenderal Pol (Purn) Budi Gunawan kembali meninjau vaksinasi pelajar di Yayasan Madrasah Tanwiriyyah, vaksinasi secara door to door di Desa Sukasari, serta pembagian bantuan sosial (bansos) di Desa Karang Tengah Cianjur, Jawa Barat. Kegiatan itu dilakukan untuk mencapai target 70% kekebalan komunal.

Budi Gunawan mengatakan, program vaksinasi covid-19 bagi pelajar merupakan arahan dari Presiden Joko Widodo. Menurutnya, vaksinasi covid-19 bisa menyelamatkan diri sendiri serta keluarga. Khususnya vaksinasi di Ponpes sangatlah penting, guna mencegah santri atau siswa terpapar covid-19.

“Hari ini, sesuai dengan petunjuk dari Bapak Presiden, kami dari BIN melanjutkan program vaksinasi bagi anak pelajar, di Cianjur, Jawa Barat. Hal itu dilakukan untuk menekan angka kenaikan covid-19 juga di kalangan anak-anak,” tutur Budi Gunawan saat meninjau vaksinasi di Yayasan Madrasah Tanwiriyyah, kemarin.

Ia menjelaskan, anak-anak santri atau siswa merupakan salah satu target utama dalam pemberian vaksin covid-19. Hal tersebut disebabkan tingkat penularan covid-19 sangat cepat bila terjadi pada anak-anak.

“Nanti pun setelah anak-anak sudah divaksin, harus diberi pengertian untuk tetap selalu menerapkan prokes. Karena, anak-anak di masa pandemi covid-19 harus diberikan perhatian khusus,” jelasnya.

Lebih lanjut, Kepala BIN membeberkan, vaksinasi di Ponpes, secara door to door, dan pembagian bansos dilaksanakan se­rentak pada hari ini di 7 provinsi di Indonesia dengan target 15.000 vaksin dan 15.000 sembako serta vitamin. Ketujuh provinsi itu yakni Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Riau, Kalimantan Timur, dan Sulawesi Selatan.

“Untuk di 7 provinsi Indonesia, kami sebarkan 15.000 vaksin dan 15.000 sembako beserta vitamin. Yang dikhususkan untuk pondok pesantren, tsanawiyah, pelajar SMP dan SMA, door to door vaksin, serta bantuan sosial,” ungkapnya.

Budi Gunawan menambahkan, dengan vaksin covid-19, herd immunity bisa tercapai untuk menghindari penularan. Dan program kali ini merupakan akselarasi dari program vaksinasi 3 juta dosis per hari yang merupakan target pemerintah.

“Diharapkan, program vaksinasi pemerintah bisa mengapai target, sehingga target herd immunity atau kekebalan komunal pun bisa mencapai 70%, pada akhir 2021 nanti,” tambahnya.

Sementara itu, saat membagikan paket sembako kepada masyarakat di Desa Karang Tengah, Cianjur, Budi Gunawan mengatakan, paket sembako pada kali ini merupakan bantuan untuk masyarakat di dalam masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4, yang diharapkan bisa bermanfaat bagi para penerimanya.

“Bagi para penerima, kami harapkan bantuan ini bisa bermanfaat, bagi dirinya dan keluarga. Karena di kondisi seperti ini, bantuan pun sangatlah penting untuk mereka,” ucapnya.

Terakhir, Budi Gunawan mengingatkan kepada masyarakat Indonesia yang sudah divaksin, agar tetap menerapkan protokol kesehatan (prokes). Karena walaupun sudah divaksin, tetap ada kemungkinan terpapar jika tidak menerapkan prokes dengan ketat.

Terpisah, Kepala Yayasan Madrasah Tanwiriyyah Cianjur, KH Deden Tanwiri, mengatakan, sangat senang dan merasa tersanjung karena Ponpesnya terpilih sebagai lokasi vaksinasi nasional untuk pertama kalinya di Cianjur, bagi usia 12-18 tahun.

Peserta yang divaksin pada kali ini sesuai dengan data yang telah diterima ketua panitia lokal, yang telah ditunjuk oleh pihaknya.

“Santri kami ada sekitar 600 san­tri, sedangkan sisanya dari Ponpes dan Madrasah yang ada di sekitar wilayah Kecamatan Karang Tengah,” ucapnya.

Kepala Desa Sukasari, Kecamatan Karang Tengah, Dadan Haris, meng­apresiasi dan meng­ucapkan terima kasih kepada BIN yang telah melaksanakan vaksinasi massal dan door to door, serta memberikan bantuan berupa sembako dan paket vitamin imunitas covid-19 bagi warganya. (RO/S2-25)

BERITA TERKAIT