24 July 2021, 11:27 WIB

Digitalisasi Baznas Naikkan Pengumpulan Kurban 75%


Mediaindonesia.com | Humaniora

DIGITALISASI dalam pengelolaan zakat, infak, dan sedekah oleh Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) memberikan pengaruh signifikan terhadap kepercayaan masyarakat. Salah satunya dibuktikan dalam Program Kurban Online Baznas, pengumpulan di tingkat pusat meningkat sebesar 75% dibandingkan tahun lalu. Meski Hari Raya Iduladha tahun ini untuk kedua kali berlangsung di tengah pandemi, tetapi tingkat pastisipasi masyarakat untuk berkurban di Baznas justru mengalami peningkatan. 

Ketua Baznas Noor Achmad mengungkapkan pada Kurban Online tahun ini pengumpulan hewan kurban melebihi target yang dicanangkan dan angkanya masih terus meningkat. "Peningkatan ini menjadi bukti bahwa Indonesia merupakan negara yang rakyatnya sangat dermawan, saling bahu membahu membantu sesama di tengah segala keterbatasan. Kami menyampaikan terima kasih kepada masyarakat dan seluruh partner Baznas, termasuk balai ternak, yang telah membantu pelaksanaan Kurban Online Baznas yang membuatnya bisa tersebar ke seluruh Indonesia," kata Noor, pada keterangan resmi, Sabtu (24/7).

Pengelolaan program kurban online Baznas dilakukan secara sistematis, profesional, dan menjamin mutu. Pihaknya memastikan pelaksanaan Kurban Online 2021 dilakukan dengan berpegang pada lima prinsip, di antaranya kesesuaian syariah, seperti waktu pelaksanaan, jenis hewan kurban, cara penyembelihan, dan layanan kepada para pekurban. 

Kemudian pemberdayaan, sehingga proses pengadaan harus mengutamakan peternak mustahik, baik dalam preferensi pemilihan maupun prosesnya. Dukungan terhadap peternak sehingga mereka menjadi berdaya merupakan ruh program ini.

Digitalisasi juga meningkatkan kualitas proses pendistribusian kurban agar dapat termonitor dengan ketat dan para pekurban menerima dapat laporan dalam waktu cepat. "Baznas juga mengedepankan Kurban Online harus akuntabel dan transparan. Kemudian, pada pendistribusian hewan kurban harus transparan, mengutamakan mustahik, menghindari konflik kepentingan, dan berorientasikan pada pelaporan yang disiplin dan efektif," kata Noor. 

Faktor kesehatan juga menjadi perhatian khususnya pelaksanaan protokol covid-19. Dengan demikian, pada tahapan pemeliharaan, penyembelihan, distribusi daging, dan pengolahan oleh mustahik harus benar-benar diantisipasi dengan memberikan edukasi yang cukup bagi setiap pelaksana pada tiap tahapan. "Kegiatan ini tetap harus memperhatikan kesejahteraan hewan dengan benar-benar memperhatikan prinsip ini pada aktivitas pemeliharaan, distribusi ternak hidup, dan penyembelihan, serta pascapenyembelihan," kata Noor.

Pimpinan Baznas Saidah Sakwan mengatakan daging kurban akan disebar kepada mereka yang membutuhkan di 34 provinsi 80 kota/kabupaten. Selain kepada dhuafa dan mustahik, daging kurban juga akan disalurkan kepada penyintas covid-19 yang membutuhkan nutrisi agar kembali sehat. "Nanti daging juga akan dikemas dalam bentuk kaleng, siap saji, dan siap dihidangkan," kata Saidah. 

Baca juga: WOM Finance Gandeng BAZNAS, Salurkan Hewan kurban di 15 Kota

Daging kurban yang sudah dikemas akan langsung didistribusikan oleh panitia pelaksana dengan mengantarkan langsung (secara door to door) kepada masyarakat yang telah terdata dalam data penerima daging kurban. "Panitia tidak akan membagikan kupon kepada masyarakat penerima manfaat untuk menghindari antrean di sekitar lokasi tempat pemotongan hewan," pungkasnya. (OL-14)

BERITA TERKAIT