23 July 2021, 17:05 WIB

Prof Huzaemah Tahido, Doktor Perempuan Indonesia Pertama dari Universitas Al Azhar


Zubaedah Hanum | Humaniora

SEJUMLAH kalangan berduka atas kabar meninggalnya Rektor Institut Ilmu Alquran (IIQ) Jakarta Prof Dr Huzaemah Tahido Yanggo, 74, pada hari ini, Jumat, 23 Juli 2021 pukul 06.10 WIB di RSUD Banten akibat terpapar Covid-19.

Almarhumah yang juga Pembantu Dekan I di Fakultas Syariah dan Hukum UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dan Ketua MUI Bidang Fatwa itu menjadi salah satu tokoh muslimah penting di Tanah Air.

Dewan Pembina PPPA Daarul Qur'an Ahmad Jameel dan Yusuf Mansur mengenang sosok almarhumah sebagai guru mulia.

"Selamat jalan Gurunda Mulia, beliau meninggalkan kita di sayyidul ayyam, hari jum'at yang penuh berkah, semoga husnul khotimah...," tulis Ahmad Jameel di akun medsosnya.

Ia menyebutkan bahwa almarhumah merupakan salah satu pakar fikih perbandingan mazhab dan perempuan Indonesia pertama yang mendapatkan gelar doktor dari Universitas Al-Azhar, Mesir dan dengan predikat cum laude.

Perempuan kelahiran Donggala, Sulawesi Tengah, itu saat ini menjadi guru besar di Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah dan menjabat sebagai Rektor Institut Ilmu Al-Quran (IIQ) Jakarta.

Di Majelis Ulama Indonesia (MUI), beliau menjadi anggota Komisi Fatwa MUI sejak 1987 dan anggota Dewan Syariah Nasional MUI sejak 1997 dan 2000, ketua bidang Fatwa Majelis Ulama Indonesia. Pada 2000, beliau diangkat menjadi Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat Bidang Pengajian dan Pengembangan sosial.

Ahmad Jameel menyampaikan, beberapa buku yang ditulisnya antara lain adalah Pengantar Perbandingan Mazhab" (2003), Masail Fiqhiyah: Kajian Hukum Islam Kontemporer (2005), dan Fikih Perempuan Kontemporer (2010).

Ahmad Jameel mengenang salah satu peristiwa penting PPPA Daarul Qur'an yang menghadirkan almarhumah di acara Wisuda Akbar 7 PPPA Daarul Qur'an.

Prof Huzaemah mengaku gembira melihat perkembangan PPPA Daarul Qur'an di bawah bimbingan Ustaz Yusuf Mansur. Padahal, kata Huzaemah, beliau dulu waktu kuliah itu belum hapal quran 1 juz pun.

"Belum hapal, tajwidnya juga belum benar. Tapi alhamdulillah Yusuf Mansur itu sudah banyak sekali (lulusan Daarul Quran) dan seterusnya," kenang Prof Huzaemah.

Kepada para penghapal Alquran, Prof Huzaemah mengatakan, orang membaca satu huruf saja dari Alquran sudah dapat pahala. Apalagi banyak dan dihapal. "Umatku yang paling mulia itu para penghapal Alquran," sebut Prof Huzaemah. (H-2)

BERITA TERKAIT