23 July 2021, 16:39 WIB

Lagu Anak-anak Harus Ajarkan Budi Pekerti


Siswantini Suryandari | Humaniora

LANGKANYA lagu anak-anak bisa terlihat dengan banyaknya anak menyanyikan lagu-lagu yang bukan seusianya Hal itu menjadi keprihatinan banyak pihak termasuk Kemendikbud Ristek. Maka digagas lomba lagu anak bertajuk Kita Cinta Lagu Anak (KILA). Tahun ini merupakan tahun kedua penyelenggaraan KILA.

Menteri Pendidikan, Kebudayaan dan Riset Teknologi Nadiem Makariem dalam sambutannya secara virtual mengatakan dalam semangat merdeka belajar, anak-anak belajar berkarya melalui lagu-lagu anak-anak.

"Lagu anak-anak harus mengandung nilai-nilai budi pekerti, cinta kasih dan mencintai alam. Dan KILA ini bisa mengisi kekosongan lagu anak-anak. Dengan KILA menjadi ajang pemberdayaan yang positif dan semakin memupuk karakter nasionalisme anak-anak. Semakin cinta Indonesia," kata Nadiem dalam sambutannya, Jumat (23/7).

Hal itu juga diamini Dirjen Kebudayaan Hilmar Faried. Menurutnya melalui lagu anak-anak tercipta kegembiraan untuk anak-anak. "Melalui lagu anak-anak, kita bisa berbagi kegembiraan dengan anak-anak."

Acara KILA digagas oleh KITA Indonesia dan diselenggarakan oleh Kemendikbud Ristek. Dhenok Bientarno dari KITA Indonesia mengakui bahwa ada kekosongan lagu anak-anak.

"Maka kami gagas lomba cipta lagu anak dan lomba menyanyi lagu anak. Dan responsnya cukup positif. Tahun lalu yang mendaftar 681 peserta. Tahun ini kami naikkan menjadi 1.000 peserta dengan masa pendaftaran mulai  23 Juli sampai dengan 23 Agustus 2021," terang Dhenok.

Untuk tahun ini penjurian ditambah dengan kewajiban peserta untuk memperkenalkan pemenang KILA tahun lalu agar semakin dikenal masyarakat.

Salah satu juri yang ikut hadir Shelomita Diah yang juga dikenal sebagai penyanyi, menyambut baik lomba lagu anak-anak. Sebab ia juga mengalami susahnya mencari lagu anak yang pas untuk anak-anaknya.

"Selama ini anak-anak saya terbiasa dengan lagu-lagu dewasa. Dengan adanya lomba lagu anak ini akan muncul bibit-bibit unggul," ujarnya.

Mantan penyanyi cilik Chicha Koeswoyo berbagi pengalaman saat ia menjadi penyanyi anak-anak di eranya. Menurutnya suksenya lagu anak-anak di eranya karena saat itu hanya ada TVRI dan RRI sebagai media tontonan. Saat ini banyak platform yang bisa ditonton anak-anak.

baca juga: Hari Anak Nasional

"Nah kita harus bergerak. Kalau sebelumnya ada Tasya dan Sherina dengan membawakan lagu anak-anak ciptaan Ate Mahmud, Bu Soed, sekarang dengan KILA diharapkan bisa menumbuhkan lagi lagu anak-anak. Dan sebetulnya lagu anak-anak itu dengan kata-kata sederhana, mudah diingat," saran Chicha.

Direktur Perfilman, Musik, dan Media Baru Kemendikbud Ristek, Ahmad Mahendra siap mendukung upaya menumbuhkan lagu-lagu anak di Indonesia. Melalui KILA, lagu anak-anak tidak hanya sekadar dilombakan. Tetapi juga disosialisasikan dengan platform yang lagi digemari orang seperti Tiktok dan video yang bisa dilihat di Youtube. (N-1)

 

BERITA TERKAIT