23 July 2021, 14:05 WIB

Mendikbudristek: Meriahkan Hari Anak Nasional 2021 dari Rumah


Faustinus Nua | Humaniora

KEMENTERIAN Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) mengajak seluruh anak Indonesia turut mendukung dan memeriahkan peringatan Hari Anak Nasional (HAN), pada hari ini 23 Juli 2021.

Berbagai acara inspiratif telah disiapkan secara daring, yakni webinar Panggung Anak Indonesia Merdeka, Bincang Pakar dan Pegiat PAUD ‘Anak Cerdas Terliterasi’, Gebyar Dongeng untuk Anak Indonesia, dan Kontes Kita Cinta Lagu Anak (KILA).

"Mari jadikan peringatan Hari Anak Nasional 2021 sebagai kesempatan untuk memantik kembali semangat kita untuk serentak bergerak mewujudkan Merdeka Belajar," tutur Mendikbudristek Nadiem Makarim, dalam keterangan resmi, Jumat (23/7).

Peringatan HAN pada tahun ini mengangkat tema 'Anak Terlindungi, Indonesia Maju' dengan Tagar #AnakPedulidiMasaPandemi. Tema ini diusung sebagai motivasi bahwa pandemi tidak menyurutkan komitmen untuk tetap melaksanakan HAN tahun ini secara virtual, tanpa mengurangi makna HAN.

Kegiatan Peringatan HAN 2021 Kemendikbudristek diselenggarakan dengan semangat dari dan untuk anak. Kegiatan ini bertujuan untuk mendorong semangat dan inspirasi anak-anak, serta guru dan orang tua.

Sesi pertama yaitu Panggung Anak Indonesia Merdeka akan dilaksanakan pada Jumat (23/7), pukul 13.00 s.d. 14.00 WIB. Acara pada sesi pertama tersebut meliputi baca puisi, pantomim oleh anak berkebutuhan khusus, penampilan musisi anak The Sasono's Family (Dru, Widuri, dan Den Bagus), berbagi pengalaman oleh pendiri EwasteRJ (sampah elektronik) Rafa Jafar dan dipandu oleh pembawa acara cilik Iren Shalsa Kirani.

Penasihat Dharma Wanita Persatuan Kemendikbudristek Franka Makarim pada kesempatan tersebut juga akan membacakan buku bacaan anak. Peserta sesi ini akan mendapatkan sertifikat elektronik.

Adapun sesi kedua yaitu Bincang Pakar dan Pegiat PAUD 'Anak Cerdas Terliterasi' pada pukul 14.00 s.d. 15.00 WIB. Acara ini menghadirkan berbagai narasumber inspiratif yang telah berhasil melakukan berbagai inisiatif untuk menghadirkan ketersediaan buku bacaan dan kegiatan membacakan buku bagi anak, seperti Ketua Umum LPAI Kak Seto, pakar literasi Sofie Dewayanti, Bunda PAUD Provinsi Jawa Barat Atalia Praratya, Bunda PAUD Tasikmalaya Hj. Rukmini, Kepala Sekolah PAUD 'Nurul Qolbu' Kiswanti dan orang tua sekaligus pegiat membaca nyaring (read aloud) I Gusti Ngurah Pandu Wijaya.

Membacakan buku bacaan secara nyaring akan membantu anak mengenal kosakata dan ide baru, membekalinya dengan kemampuan untuk menyimak, memirsa, memahami cerita, dan sekaligus meningkatkan keterampilan komunikasi. Ini semua membantu mengembangkan kemampuan literasi dasar anak untuk dapat bernalar dan berpikir kritis.

"Saya mendorong ibu dan bapak guru, serta orang tua untuk melakukan kegiatan ini di rumah, sebagai bentuk upaya mencegah hilangnya kesempatan belajar (learning loss) di masa pandemi ini," kata Menteri Nadiem.( H-2)

BERITA TERKAIT