22 July 2021, 17:51 WIB

Presiden Apresiasi Lahirnya Universitas Insan Cita Indonesia


Andhika Prasetyo | Humaniora

PRESIDEN Joko Widodo mengapresiasi terobosan Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) yang baru saja mendirikan Universitas Insan Cita Indonesia (UICI).

Lembaga pendidikan tinggi itu dirancang berbasis digital dengan program studi (prodi) inovatif, seperti prodi sains data bisnis digital. Dalam penyelenggaraan pendidikan, UICI menerapkan sistem pembelajaran berbasis budaya digital dengan metode Digital Simulator Teaching learning System (DSTLS).

Baca juga: Catat, Ini Rekomendasi 16 Aplikasi Pembelajaran Online Gratis

Metode tersebut mengintegrasikan Learning Management System (LMS), yang saat ini populer di Indonesia dengan Simulator Learning System (SLS). Lalu, didukung teknologi Virtual Reality (VR) dan Augmented Reality (AR).

"Ini memperkaya inovasi pendidikan tinggi kita. Inovasi-inovasi seperti ini yang harus banyak dilakukan, agar kita mampu memenangkan kompetisi global yang makin ketat," ujar Jokowi, sapaan akrabnya, dalam peluncuran UICI secara virtual, Kamis (22/7).

Baca juga: Nadiem: Pengadaan Laptop Tahun Ini Pakai Produk Dalam Negeri

Pihaknya pun berharap lembaga pendidikan tersebut bisa melahirkan banyak SDM muda yang unggul, sehingga bisa berkompetisi di panggung dunia. Kepala Negara juga mengingatkan ilmu pengetahuan dan teknologi harus didukung budaya keislaman dan demikian pula sebaiknya.

Apabila hal itu bisa dilakukan, Presiden meyakini Indonesia mampu bergerak maju menjadi kekuatan besar di dunia.

"Dengan dukungan keislaman untuk ke-Indonesia-an, dengan modernisasi dan moderasi, dengan kerja keras penguatan iptek dan inovasi, insyaallah Indonesia maju bisa cepat kita raih," pungkas Jokowi.(OL-11)

BERITA TERKAIT