22 July 2021, 06:50 WIB

Mengikis Egoisme melalui Wadah Kepanduan


Nike Amelia Sari | Humaniora

“PRAMUKA itu kebutuhan.” Itulah pernyataan yang dilontarkan oleh mahasiswa Universitas Negeri Padang, Wiga Sarah Putri. Ungkapan yang dilontarkan nya sejalan dengan keaktifannya di pramuka selama bertahun-tahun sejak di bangku SD dulu.

Gadis kelahiran Medan 18 tahun silam ini bukan hanya unjuk kebolehan dalam kegiatan pramuka saja, melainkan juga melahirkan segudang prestasi. Baru-baru ini dia dinobatkan sebagai Duta Pramuka Indonesia Favorite 2021.

Yuk, simak obrolan Muda dengan mahasiswa yang bercita-cita menjadi guru dan pembina pramuka tersebut via telepon, Jumat (4/6).

Sejak kapan kamu aktif dalam kegiatan pramuka?
Aku sudah ikut pramuka sejak masih duduk di bangku sekolah dasar, tepatnya kelas tiga SD, dari aku masih di tingkatan siaga.

Dulu, aku tertarik ikut pramuka karena saat lomba siaga banyak permainan seru yang diadakan. Untuk ikut lomba siaga, aku latihan dulu seminggu sebelum lomba. Lalu, ketika pertama kali ikut lomba, aku langsung mendapatkan juara umum. Jadi, ini menambah semangat aku untuk ikut pramuka.

Aku juga bersyukur, setelah lulus SD, aku melanjutkan pendidikan ke sekolah yang terbilang bagus dalam kegiatan pramukanya.

Jadi, kamu melanjutkan pramuka lagi saat masuk SMP?
Kebetulan aku dapat sekolah yang cukup bagus dalam kegiatan pramukanya. Aku lihat mereka latihan, lalu aku tertarik untuk aktif kembali di pramuka. Menurut aku, pramuka di SMP benar-benar menanamkan rasa kebersamaan dan kekeluargaan dari setiap anggota.

Bagaimana popularitas pramuka di kalangan remaja yang kamu lihat?
Menurut aku, ada beberapa kalangan generasi muda yang tertarik untuk ikut aktif dalam kegiatan pramuka, khususnya di tingkatan SMP dan SMA, karena kegiatan pramuka itu beragam, termasuk di antaranya kegiatan camping dan men jelajah. Kegiatan ini, menurut aku, cocok dengan karakter remaja yang suka bertualang. Jadi, ketertarikan generasi muda ke pramuka lumayan tinggi.

Kegiatan paling seru dan sulit yang kamu rasakan selama pramuka?
Kegiatan Kerang IV–Kompetisi Pramuka Penggalang, sangat seru karena dalam kegiatan ini ada beberapa lomba, seperti baris berbaris (PBB), paduan suara, putra putri, pionering, pentas seni, We Are The Best, dan lainnnya. Setiap lomba ada keseruannya, umpama, We Are The Best ini seperti lomba cerdas cermat. Babak penyisihannya seru dan bikin deg-degan karena di situ yang akan masuk ke babak final bukan yang paling tinggi nilainya, tetapi menggunakan sistem cabut lot.

Kegiatan paling sulit yang aku rasakan ketika menjadi panitia pelantikan di SMA. Untuk di SMA sudah tingkat penegak, jadi tidak mengandalkan pembina lagi dan harus mandiri. Kita dituntut untuk bisa berpikir kritis.

Setelah bertahun-tahun aktif pramuka, apakah kamu pernah jenuh?
Pastinya ada. Saat aku jenuh, aku akan mengurangi kegiatan pramuka beberapa saat dulu untuk istirahat sejenak. Namun, aku tidak berhenti, dalam artian tidak keluar dari pramuka. Namun, kembali lagi ke tujuan aku ikut pramuka, aku ingin menambah wawasan dan berprestasi di bidang yang aku suka ini.

Apa manfaat dari ikut pramuka yang kamu dapatkan?
Kalau dari personal aku, pada awalnya aku mempunyai rasa egois yang tinggi seperti ingin untuk menang sendiri dalam beberapa hal. Nah, ini berbanding terbalik dengan kepribadian yang dibangun di pramuka. Dalam pramuka, kita diajarkan kebersamaan dan kerja sama. Setelah bertahun-tahun aktif dalam pramuka, ini membuat aku lebih bisa mengontrol rasa egois dan ingin menang sendiri tersebut.

Pramuka juga mengajarkan aku untuk lebih mandiri dan melatih aku juga dalam public speaking.

Kamu sering mengikuti kompetisi kepramukaan. Apa yang memotivasi kamu?
Jiwa kompetisi aku cukup tinggi. Motivasi itu awalnya pingin ikut lomba pramuka dan ternyata jadi juara umum di lomba pramuka. Setelah menjadi juara umum, ini menambah motivasi dalam diri aku untuk terus bisa berprestasi dalam bidang yang aku suka ini.

Dengan kesibukan sekolah dan kompetisi, bagaimana dukungan orang tua?
Pada awalnya kurang mendukung, tapi setelah aku ikut salah satu lomba yang namanya lomba Kerang, orangtua sudah mengizinkan karena mungkin orangtua melihat perubahan pada sikap dan sifat aku yang buruk seperti egois dan keras kepala menjadi cukup baik. Selain itu, orangtua aku juga pernah melihat aku lomba pramuka.

Bagaimana kamu mengekspresikan kecintaanmu terhadap pramuka?
Tetap aktif. Pramuka itu menurut aku adalah sebuah kebutuhan. Tanpa aku ikut pramuka, aku merasa ada sesuatu hal yang kurang dari diri aku. Jadi, aku akan berusaha untuk tetap aktif dalam kegiatan pramuka di mana pun. Kebutuhan itu maksudnya, di sini aku sudah terbiasa latihan pramuka, lomba pramuka, dan kegiatan pramuka. Dengan kebiasaan ini, jika tibatiba tidak aktif lagi berkegiatan, rasanya seperti ‘pengangguran’.

Setelah bertahun-tahun aktif pramuka, saat ini posisi aku sudah menjadi penegak. Untuk saat ini, aku masih aktif di dewan kerja di Korcab Kota Payakumbuh.

Apakah selama pandemi, kegiatan pramuka terganggu?
Iya pastinya, tetapi balik lagi kepada bagaimana kita membuat pramuka itu tetap menarik meskipun dilakukan secara daring misalnya membuat gim online pramuka, seminar, webinar, pembekalan pengetahuan pramuka yang dibuat menarik.

Kamu kuliah di jurusan pendidikan Pancasila dan kewarganegaraan, apa ada hubungannya dengan kepramukaan?
Aku ambil jurusan pendidikan karena aku ingin menjadi guru. Selain menjadi guru, dengan latar belakang dan kesukaan aku ikut kegiatan pramuka aku ingin untuk menjadi pembina pramuka suatu saat nanti.

Untuk Pancasila dan kewarganegaraan, selama di SMA, aku pernah ikut ekskul 4 Pilar yang membuat aku suka dengan Pancasila dan kewarganegaraan.

Apa target terdekat yang ingin kamu lakukan?
Target pribadi mungkin sudah tercapai, tetapi untuk dewan kerja masih dikejar. Tuntutan di Dewan kerja untuk golongan penegak. Penegak tingkatannya ada bantara, laksana, dan garuda. Kalau untuk jangka panjang program dari kwartir nasional, dewan nasional harus sampai tingkat garuda. Target ini yang akan aku kejar. (M-2) 

BERITA TERKAIT