22 July 2021, 06:30 WIB

Berencana Bangun Markas hingga ke Tingkat RW


MI | Humaniora

DENGAN jumlah relawan sekitar 25 orang, Dapur Darurat Salatiga saat ini harus memasak sekitar 321 porsi makanan untuk menyuplai ke sejumlah orang yang terdampak oleh pandemi di kota itu. Situasi tersebut cukup menyibukkan meski sudah dibuat jadwal bergiliran untuk petugas antar dan masak.

Dalam sepekan, para relawan gerakan itu hanya libur sehari. Pada hari libur tersebut, suplai makanan untuk warga isoman didapat dengan membeli paket makan dari kafe dan resto.

Ke depan, Dapur Darurat Salatiga pun berencana membuka markas di tingkat rukun warga (RW). Menurut perwakilan Dapur Darurat Salatiga Virgian Aspara, cara itu setidaknya bisa meringankan kerja relawan yang bermarkas di Jalan Diponegoro nomor 23 Salatiga.

“Jadi, kami berkoordinasi dengan beberapa ketua RW dari kelurahan untuk bikin dapur darurat. Semisal dalam satu RW ada yang sedang isoman, bisa buat dapur darurat yang dikoordinasikan warga masing-masing. Kami nantinya bisa bantu dengan suplai bahan mentah untuk diolah,” kata Virgian.

Tahun lalu, Virgian dan kawan-kawannya di The Moufeet bersama para musikus Salatiga menggelar galang dana untuk panti asuhan dengan konser virtual. Saat itu, dana yang terkumpul sekitar Rp4 juta.

“Kami set musik lalu live streaming via Youtube. Donasi yang terkumpul saat itu digunakan untuk membeli sembako dan dikirim ke beberapa panti asuhan,” kata Virgian. (Jek/M-4)

 

Biodata

Nama: Virgian Aspara Gemilang

Tempat, tanggal lahir: Salatiga, 13 September 1995

Jabatan: Founder majalah The Moufeet, penanggung jawab Dapur Darurat Salatiga

BERITA TERKAIT