21 July 2021, 10:54 WIB

LIPI Ajak Ilmuwan Sosial Humaniora Bergabung dalam BRIN


Faustinus Nua | Humaniora

LEMBAGA Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) mengajak para ilmuwan sosial humaniora untuk bergabung dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Hal itu sejalan dengan upaya penguatan SDM di lembaga yang menjadi pusat riset dan inovasi, tempat LIPI ada di dalamnya.

Deputi Ilmu Pengetahuan Sosial dan Kemanusiaan LIPI Tri Nuke Pudjiastuti menyampaikan posisi ilmu pengetahuan sosial humaniora sangat strategis dalam pembangunan nasional. Lantas, para ilmuwan sosial humaniora menjadi SDM penting yang dibutuhkan BRIN dan juga bangsa Indonesia.

"Dalam kerangka BRIN, kami akan tetap memajukan dan menempatkan ilmu sosial humaniora sebagai fondasi dan arah pembangunan bangsa. Ilmu pengetahuan untuk perubahan kebijakan yang inklusif serta penguatan masyarakat mandiri dan berkelanjutan," ungkap Nuke dalam keterangan resmi, Rabu (21/7).

Baca juga: MWA akan Pelajari Statuta Baru UI

Dia mengatakan, dalam proses perubahan tersebut, akan ada penataan dan penguatan kelembagaan. Di antaranya menata kepakaran dan pusat riset, melakukan pengembangan infrastruktur riset, serta meningkatkan kerja sama dan jejaring baik individu, tim maupun kelembagaan dengan para ilmuwan, mitra dan pemangku kepentingan.

"Transformasi BRIN tidak akan mempengaruhi upaya untuk mengembangkan ilmu pengetahuan dalam kerangka nasional-global secara berkelanjutan dan independen," imbuhnya.

Nuke menyebut di bawah BRIN nanti, Kedeputian Ilmu Pengetahuan Sosial dan Kemanusiaan akan berubah menjadi Organisasi Riset Ilmu Pengetahuan Sosial dan Humaniora dengan enam pusat riset, yaitu Pusat Riset Politik, Pusat Riset Ekonomi, Pusat Riset Kependudukan, Pusat Riset Masyarakat dan Budaya, Pusat Riset Internasional dan Kewilayahan, serta Pusat Riset Ekologi Manusia.

Selain itu, terdapat lima dari 49 Prioritas Riset Nasional yang akan diampu, yaitu perubahan masyarakat di era revolusi digital, penguatan demokrasi di Indonesia, pengembangan sosial ekonomi inklusif dan pembangunan maritim, penguatan peran Indonesia di tingkat regional dan global, serta inovasi dan pengayaan seni dan industri kreatif dalam mendukung pemajuan kebudayaan.

Untuk itu, lanjutnya, pada 2021 ini, LIPI dalam skema BRIN akan menerima CASN BRIN sebanyak 325 formasi. Sebanyak 221 CPNS yang akan menempati posisi peneliti ahli muda dan 104 CPPPK yang akan menjadi peneliti ahli madya.

"Untuk tahun ini, kami hanya menerima pendaftar dengan kualifikasi Strata 3 dan kami sangat mengharapkan pendaftar yang diterima dapat berkontribusi untuk mengembangkan ilmu sosial sehingga dapat menjadi salah satu kekuatan bangsa," kata Nuke. (OL-1)

BERITA TERKAIT