20 July 2021, 23:38 WIB

Nakes Minta PPKM Harus Lebih Tegas dan Berjalan Maksimal 


Anggitondi Martaon | Humaniora

PEMBERLAKUAN Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat jilid II resmi diperpanjang. Keputusan tersebut harus diikuti dengan implementasi yang optimal di lapangan. 

"Ya, PPKM lebih tegas lagi," kata Ketua Tim Penanganan Covid-19 DPP  Persatuan Persatuan Perawat Indonesia (PPNI) Jajat Sudrajat melalui keterangan tertulis, Selasa (20/7)

Dia menyebut aturan PPKM darurat jilid II harus jelas. Tak hanya itu, pemberlakuan pembatasan kegiatan ekonomi dan sosial harus berlaku bagi semua pihak. 

"Aplikasi di lapangan harus nyata, tegas dan memberi sanksi tanpa pandang bulu," ungkap dia. 

Dia menegaskan implementasi yang baik sangat dibutuhkan saat ini. Mengingat, fasilitas dan tenaga kesehatan di Indonesia dinilai sudah memiliki beban lebih menangani covid-19. 

Baca juga : Masyarakat Diminta Berperan Aktif dalam Perpanjangan PPKM Darurat

Hal itu tentunya berpengaruh terhadap keselamat tenaga kesehatan, khususnya perawat. Menurut data PPNI, sekitar 1.000 perawat positif terinfeksi Covid-19 sejak libur Lebaran Mei 2021. 

"Relawan pun banyak yang tumbang," ungkap dia. 

Selain itu, sejumlah rumah sakit harus berhenti menerima pasien akibat kekurangan tempat tidur. Akibatnya, tak sedikit sejumlah fasilitas kesehatan di daerah-daerah membangun tenda darurat di halaman rumah sakit. 

"Demi menampung pasien covid-19 yang tak kebagian ruangan," ujar dia. 

Dia pun meminta agar PPKM jilid II ini dijalankan secara optimal. Sehingga, Indonesia bisa keluar dari badai virus korona. (Medcom/OL-7)

BERITA TERKAIT