20 July 2021, 18:05 WIB

Pemerintah Berharap Skema Perlindungan Sosial di Masa Covid-19 Bisa Tekan Angka Kemiskinan


M Iqbal Al Machmudi | Humaniora

KENAIKAN angka kemiskinan membayang menjelang survei penghitungan kemiskinan yang akan dilakukan Badan Pusat Statistik (BPS) pada September 2021 mendatang.

Dalam merespons kekhawatiran itu, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy mengakui bahwa pandemi covid-19 telah membuat angka kemiskinan melonjak menjadi 10,19% per 2020. Padahal pada September 2019 pemerintah telah berhasil menurunkan angka kemiskinan menjadi 9,22%.

"Covid-19 ini memiliki pengaruh terhadap kenaikan kemiskinan. Namun demikian, pemerintah juga telah menyediakan berbagai program jaring pengaman sosial dalam melindungi masyarakat agar tidak menjadi miskin," kata Muhadjir dalam keterangan tertulis, Senin (19/7).

Ia mengatakan, berbagai program selama pandemi Covid-19 yang telah disediakan pemerintah juga perlu dievaluasi terutama kaitannya dengan kontribusi dalam menurunkan kemiskinan, antara lain, mengenai sasaran Keluarga Penerima Manfaat (KPM), jadwal penyaluran, termasuk distribusi di daerah. Evaluasi bertujuan agar program tersebut tidak hanya menyasar masyarakat terdampak Covid-19 tetapi juga yang menjadi target survei oleh Badan Pusat Statistik (BPS).

Seperti diketahui, pada September 2021 nanti, BPS akan kembali melakukan penghitungan kemiskinan. Dengan memperhatikan beberapa variabel yang menjadi pertanyaan dalam survei tersebut, diharapkan angka kemiskinan pada periode mendatang dapat berkurang signifikan.

"Berbagai program pemerintah yang tersebar di kementerian dan penganggaran oleh APBD agar dapat dioptimalkan sekaligus disinergikan sehingga memiliki daya ungkit yang besar dalam penurunan angka kemiskinan," ujarnya. (H-2)

BERITA TERKAIT