20 July 2021, 15:00 WIB

Tuntas Jalani Puncak Prosesi Haji, Ini Kisah Jamaah Asal Indonesia


M Iqbal Al Machmudi | Humaniora

RIBUAN jamaah haji sudah sampai di Padang Arafah, Arab Saudi, pada Senin (19/7), untuk melakukan ibadah Wukuf sebagai puncak prosesi haji yang wajib dijalankan.

Selama wukuf jamaah haji akan merenung dan berdoa serta tetap harus berada di Arafah minimal saat waktu zuhur hingga matahari terbenam.

Saat pandemi covid-19, protokol kesehatan ketat seperti jaga jarak dan pemakaian masker harus diterapkan di kala jamaah berkumpul di Padang Arafah.

Tahun ini hanya 60 ribu penduduk Arab Saudi yang susah diizinkan melakukan ibadah haji, pembatasan jamaah untuk mencegah terjadinya penularan antar jamaah.

Dari kuota 60 ribu jamaah, sebanyak 327 orang merupakan Warga Negara Indonesia (WNI) yang tinggal di Arab Saudi. WNI yang beruntung melakukan ibadah haji tahun ini terdiri dari diplomat, ekspatriat Indonesia, mahasiswa, dan Pekerja Migran Indonesia (PMI).

Jamaah haji asal Indonesia 2021, Muhammad Sofi AW, menceritakan terpilihnya dia sebagai salah satu jamaah haji asal Indonesia tahun ini yang diseleksi secara daring. Seleksi pertama dilakukan pada calon jamaah berusia lanjut (lansia), setelah itu baru kelompok umur di bawahnya.

"Pemerintah Arab Saudi mengirimkan pesan untuk mengikuti ibadah haji kepada orang yang usia lanjut 50-60 tahun, kemudian baru usia di bawahnya 40-50 tahun dan seterusnya" kata Sofi dikutip dari wawancaranya dengan MetroTV.

Sofi mengatakan biaya haji pada tahun ini sekitar 13.930 riyal atau sekitar Rp53 juta. Syaratnya juga setiap jamaah sudah melakukan vaksin kedua dan jamaah baru diberi arahan H-2 ibadah haji terkait titik kumpul untuk melakukan ibadah haji.

"Saya sebelumnya sudah mempersiapkan biaya hajinya untuk mempercepat proses pendaftaran. Alhamdulillah uang itu saya dapat dari kerabat di Singapura yang meminta agar hajinya di ba'dalkan. Saya juga tidak menyangka selain mendapat kesempatan (haji) ada orang yang akan memberi dengan biaya yang tidak mudah," tuturnya.

Tidak mudahnya itu, kata Sofi, karena ia harus berpacu dengan waktu. Dua hari atau 48 jam setelah dinyatakan lolos, Sofi harus memenuhi syarat vaksinasi hingga dosis ke-2. Mendekati hari H barulah dirinya dikabari lokasi titik kumpul. "Kebetulan saya dapat yang di dalam Kota Suci Mekah," ujarnya. (H-2)

 

BERITA TERKAIT