19 July 2021, 23:38 WIB

Presiden Minta Daerah Siapkan Tempat Isolasi Terpusat dan RS Cadangan


Dhika Kusuma Winata | Humaniora

PRESIDEN Joko Widodo meminta daerah untuk menyiapkan tempat-tempat isolasi terpusat untuk pasien covid-19 bergejala ringan maupun tanpa gejala perlu khususnya di wilayah padat penduduk. Tanpa adanya tempat isolasi terpusat, kecepatan penularan covid-19 di wilayah padat penduduk bisa terjadi semakin cepat dan masif.

"Penyiapan rumah isolasi terutama untuk yang bergejala ringan. Kalau bisa, ini sampai di tingkat kelurahan atau desa, ini akan lebih baik. Kalau tidak, paling tidak, ada isolasi terpusat di tingkat kecamatan terutama ini untuk kawasan-kawasan yang padat, utamanya di kota-kota, ini harus ada," kata Jokowi memberikan pengarahan kepada kepala daerah se-Indonesia dari Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Senin (19/7).

Presiden menuturkan pengecekan di lapangan yang dilakukannya di kawasan-kawasan permukiman padat berisiko tinggi. Jika tidak disiapkan tempat isolasi terpusat, potensi penularan bakal tinggi. Karena itu, Presiden meminta di tingkat kelurahan atau kecamatan disediakan isolasi terpusat.

Selain itu, Presiden juga meminta kepala daerah untuk merencanakan dan menyiapkan rumah sakit daerah, termasuk rumah sakit cadangan dan rumah sakit darurat. Hal tersebut perlu dilakukan sebagai langkah antisipasi apabila terjadi lonjakan sehingga kapasitas rumah sakit penuh.

Baca juga : Jokowi Wanti-Wanti agar Bansos Cepat Disalurkan

"Paling tidak kita memiliki di dalam perencanaan itu bagaimana kalau rumah sakit itu penuh. Jangan (rumah sakit) sudah penuh baru menyiapkan. Akan terlambat," imbuhnya.

Presiden juga meminta agar para kepala daerah rajin turun ke lapangan untuk mengontrol langsung kondisi di lapangan, terutama menyangkut ketersediaan obat hingga kecukupan pasokan oksigen. Selain itu, para kepala daerah juga diminta untuk terus memantau kapasitas rumah sakit yang kapasitasnya didedikasikan untuk penanganan covid-19.

"Saya lihat beberapa daerah, rumah sakit masih memasang angka 20 atau 30% dari kemampuan bed yang ada. Lha ini bisa dinaikkan. Bisa 40% atau seperti di DKI Jakarta sampai ke 50% yang didedikasikan kepada (pasien) covid-19. Ini kepala daerah harus tahu, jadi kapasitas berapa dan harus diberikan kepada (pasien) covid-19 berapa," ucapnya.

"Kalau ndak, nanti kelihatan rumah sakitnya BOR-nya sudah tinggi banget padahal yang dipakai baru 20%. Banyak yang seperti itu," imbuhnya. (OL-7)

BERITA TERKAIT