19 July 2021, 23:21 WIB

Mahasiswa Internasional Ikut Berpartisipasi Lestarikan Budaya Bajo


Ghani NUrcahyadi | Humaniora

FAKULTAS Sosial Universitas Waseda, Jepang kembali menyelenggarakan Program regenerasi Kota sebagai upaya untuk membentuk ulang citra sebuah kota. Kali ini, isu yang diangkat dalam program yang berlangsung virtual itu ialah Menyelamatkan Budaya Bajo yang melibatkan mahasiswa internasional Fakultas Sosial Universitas waseda yang sudah melakukan penelitian budaya Bajo.sejak April 2021.

Selain melakukan studi literatur, mahasiswa Internasional Fakultas Sosial, Universitas Waseda Jepang juga mendapatkan kesempatan untuk berinteraksi dan berdiskusi dengan wakil pemuda dari Desa Mola Raya melalui sejumlah pertemuan daring. Proses interaksi ini didampingi oleh Putra Arief Budiman dari Kementerian Pekerjaan Umum yang tengah menyelesaikan studi doktoralnya di Universitas Waseda. 

Setelah empat bulan penelitian, para mahasiswa yang terbagi menjadi lima kelompok menyampaikan usulan ide mereka untuk mendukung pelestarian Budaya Bajo. Usulan-usulan ini meliputi pemberian place branding baru untuk komunitas Bajo Mola, kolaborasi desain souvenir antara Jepang dan komunitas Bajo, pembuatan buku-buku dongeng untuk anak, pemberdayaan material bambu untuk mendukung pelestarian arsitektur tradisional, dan pembuatan museum virtual untuk mempromosikan lansekap Bajo Mola. 

Perwakilan Komunitas Bajo Mola Iwan Bento mengapresiasi usulan mahasiswa Universitas Waseda,  Perwakilan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Andhika Budi Prasetya mengatakan, usulan dari mahasiswa Universitas Waseda bisa dikembangkan menjadi museum virtual yang jadi salah satu kegiatan Kementerian PUPR.

Baca juga : Telkom University Universitas Swasta Pertama Terakreditasi Unggul

Lektor dari Universitas Waseda  Riela Provi Drianda mengatakan,  pandemi tidak membatasi komunitas global untuk berkontribusi terhadap pembangunan yang berkelanjutan. 

"Saya berharap akan lebih banyak kolaborasi yang bisa dilakukan oleh anak-anak muda Indonesia dan internasional untuk mempromosikan pelestarian warisan budaya benda maupun non benda ke depannya," ujarnya.

Kegiatan itu juga turut didukung Ikatan Ahli Perencanaan (IAP) DKI Jakarta. Ketua IAP DKI Jakarta Dhanni M Mutaqin mengapresiasi kegiatan dan penelitian yang dilakukan oleh mahasiswa internasional Fakultas Sosial Universitas Waseda Jepang dan berharap juga dapat berkontribusi pada rencana kegiatan kolaborasi Bersama IAP DKI terkait dengan pelestarian cagar budaya di Provinsi DKI Jakarta.

"Pada hakikatnya warisan budaya adalah milik bersama dan harus kita jaga agar tetap lestari sehingga generasi mendatang bisa mempelajari dan menikmati nya. oleh karena itu program kolaborasi skala global seperti ini adalah inisiatif yang sangat baik dan harus kita perkuat di masa mendatang," pungkas Dhani. (RO/OL-7)

BERITA TERKAIT