19 July 2021, 22:59 WIB

PBNU Imbai Idul Adha di Rumah: Ikhtiar Keluar dari Pandemi


Cahya Mulyana | Humaniora

PENGURUS Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menegaskan bahwa muslim harus berikhtiar atau berusaha dalam menghadapi cobaan pandemi covi-19. Untuk itu, organisasi keagamaan terbesar di Indonesia itu mengajak perayaan Idul Adha 1442 Hijriah/2021 Masehi dilakukan di rumah.

"Kita tahu bersama Idul Adha kali ini masih dalam situasi covid-19 dan penanggulangannya harus dilakukan secara lahir dan batin. Segenap pihak harus menaati PPKM Darurat dan harus dibaca sebagai ikhtiar menyelamatkan kesehatan rakyat dari covid-19," ungkap Ketua PBNU bidang Hukum, Robikin Emhas kepada Media Indonesia, Senin (19/7).

Menurut dia, masyarakat wajib menaati protokol kesehatan dan ketentuan dalam PPKM darurat. Dengan begitu perayaan dan pelaksanaan rangkaian peribadatan Idul Adha pun harus mendasarkannya pada ketentuan tersebut.

"Mari kita lakukan takbir, tahlil dan tahmid di rumah atau dengan daring. Begitu pula di wilayah PPKM darurat mari melaksanakan sholat Idul Adha di rumah berjamaah dengan keluarga atau sendiri-sendiri," ujarnya.

Ia mengatakan seluruh upaya yang dilakukan masyarakat khususnya umat Islam selama Idul Adha kali ini diharapkan memutus penularan covid-19. "Semoga ini semua menjadi bagian dari kontribusi kita mengurangi penularan covid-19 dan wasilahnya agar pandemi ini diangkat dari muka bumi ini," pungkasnya.

Kemudian berdasarkan Surat Edaran PBNU Nomor 4162/C.I.34/07/2021, seluruh umat Islam khususnya Nahdliyin diminta melaksanakan ibadah Hari Raya Idul Adha 1442 Hijriah/ 2021 Masehi di rumah masing-masing. Surat itu ditandatangani oleh Ketua Umum PBNU Said Aqil Sirajd, Sekretaris Jenderal Hemly Faishal Zaini, Pejabat Rais Aam Miftahcul Akhyar dan Khatib Aam Yahya Cholil Staquf.

PBNU meminta seluruh umat Islam dan warga NU juga berdoa pada Allah SWT supaya pandemi Covid-19 ini bisa segera teratasi. PBNU juga meminta umat islam tidak melakukan mudik Idul Adha selama masih diberlakukannya PPKM darurat.

"Agar tidak melakukan kegiatan berpergian ke luar daerah ataupun mudik ke kampung halaman," dikutip dari surat edaran tersebut. (OL-8)

BERITA TERKAIT