19 July 2021, 21:21 WIB

Anggota FPKS Mendukung Riset Ilmiah BPOM untuk Keamanan Pangan


Abdillah M Marzuqi | Humaniora

ANGGOTA Komisi IX DPR RI dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Netty Prasetiyani mendukung riset ilmiah yang dilakukan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) terhadap kemasan pangan dari plastik yang beredar di pasaran. Hal itu perlu dilakukan dalam rangka pengawasan terhadap produk-produk makanan yang beredar di pasaran agar tetap terjaga keamanan pangannya.

“Saya sangat mendukung BPOM yang telah melakukan pengawasan terhadap kemasan pangan dengan betul-betul berlandaskan pada scientific research dan pandangan ahli terkait hal ini,” katanya.

Kendati demikian, Netty menegaskan BPOM harus lebih memperbesar porsi sosialisasi, penyebaran informasi, dan edukasi kepada masyarakat terkait pengawasan kemasan pangan plastik. BPOM juga berupaya lebih untuk menjamin tersampaikannya pesan secara akurat agar tidak terjadi simpang paham pada masyarakat. Menurut Netty, BPOM bisa melakukan sosialisasi ke masyarakat melalui tokoh-tokoh masyarakat dan pemengaruh di media sosial.

“Karena bagaimanapun, ketika kita bicara tentang potret demografi masyarakat Indonesia, kan memang tidak semua bisa mengakses informasi dengan baik. Termasuk kalau kita lihat tingkat pendidikan masyarakat memang kan sangat beragam, di mana sebagiannya berada pada jenjang pendidikan yang kurang memadai untuk bisa memahami segala isu yang berkembang,” lanjutnya.

Netty menyebut salah satu contoh kurangnya sosialisasi BPOM terhadap masyarakat adalah adanya pembelian yang irasional terhadap salah satu jenis produk di masa pandemi.

“Panic buying ini membuktikan bahwa masyarakat kita itu medical illiterate (kurang faham perkara medis). Dalam hal ini, BPOM perlu memperkuat edukasi ke masyarakat mengenai produk-produk pangan yang ada di pasaran termasuk kemasan-kemasan pangan plastiknya. BPOM harus mengedukasi masyarakat mengenai perlunya membaca dengan benar kandungan atau isi dari produk itu, apa manfaatnya, dan lain sebagainya,” tandasnya.

Selain itu, kata Netty, BPOM juga harus betul-betul mendengarkan keluhan yang disampaikan masyarakat terhadap produk pangan. (OL-8)

 

BERITA TERKAIT