19 July 2021, 21:10 WIB

Iduladha di Tengah Pandemi, Wapres: Tidak Hanya Menyembelih Kurban


Indriyani Astuti | Humaniora

WAKIL Presiden RI Ma'ruf Amin menyampaikan Hari Raya Idul Adha identik dengan ujian dan cobaan. Kisah yang dialami oleh Nabi Ibrahim yang diminta Allah SWT untuk menyembelih anaknya Nabi Ismail, ujar Wapres, dapat dijadikan contoh.

"Satu sikap luar biasa dalam menerima kesabaran ujian dari Allah SWT," ucap Wapres di Jakarta, hari ini.

Pandemi, imbuh Wapres, merupakan ujian yang dialami bukan hanya bangsa Indonesia, tapi juga menimpa seluruh bangsa di dunia. Karenanya, ia mengajak masyarakat untuk bersabar menerima ujian. Tetapi, Wapres menekankan bahwa sabar bukan berarti pasif menerima keadaan.

"Sabar bukan berarti diam dan pasrah. Sabar juga harus berjuang. Upaya untuk menjaga diri dari penularan Covid-19 merupakan satu kewajiban, berobat dari penyakit juga satu kewajiban. Itulah sebabnya pemerintah menerapkan aturan, penerapan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM), protokol kesehatan untuk menjaga daripada penularan Covid-19," paparnya.

Selain itu, Wapres menyampaikan bahwa organisasi masyarakat (Ormas) Islam di Indonesia yakni Nadhlatul Ulama, Muhammadiyah, Majelis Ulama Indonesia, dan lain-lain telah sepakat untuk melarang umat Islam melakukan sholat Idul Adha di masjid secara berjamaah. Tujuannya menjaga diri dari risiko penularan Covid-19.

Baca juga: Presiden: Jadikan Iduladha Momentum Berkorban Hadapi Covid-19

Pelajaran lain dapat identik dari Idul Adha, sambung Wapres, ialah semangat berkorban dan berbagi. Menjelang Idul Adha, umat Islam diperintahkan untuk menyembelih hewan kurban yang dagingnya dibagikan pada masyarakat yang membutuhkan.

"Perintah ini simbol supaya kita berbagi dengan orang lain, tidak hanya dengan menyembelih sapi atau kambing tapi dengan memberikan apa saja kepada sesama apalagi dalam situasi pandemi Covid-19 seperti saat ini, banyak orang yang memerlukan dan berbagi sangat dibutuhkan," imbau Wapres.

Oleh karena itu, ia berharap agar Idul Adha dapat menjadi momentum untuk berbagi, menguatkan langkah solidaritas, hidup bersama, saling tolong-menolong, dan memberi dalam suasana saling membutuhkan seperti pandemi saat ini. (OL-4)

BERITA TERKAIT