19 July 2021, 11:43 WIB

Jemaah Haji Bersiap Wukuf di Arafah


Basuki Eka Purnama | Humaniora

JEMAAH yang sudah divaksin covid-19, Minggu (18/7), berkumpul untuk melaksanakan puncak ibadah haji di Arab Saudi, kewajiban sekali seumur hidup bagi umat muslim yang mampu.

Ini adalah tahun kedua negara itu melarang jemaah dari luar negeri akibat pandemi covid-19 dan juga pembatasan akses masuk dari pihak kerajaan.

Berpakaian putih dan membawa payung agar terlindung dari teriknya matahari, sebanyak 60.000 warga negara dan pemukim di Arab Saudi melaksanakan ibadah haji.

Baca juga: Jokowi Sumbang Sapi Limosin untuk Kurban di Banjarmasin

Jumlah itu jauh menurun dibandingkan dengan sekitar 2,5 juta jemaah pada 2019, tapi lebih banyak dari sekian ribu jamaah pada 2020.

"Saya memohon kepada Allah untuk menghentikan virus korona ini, yang membuat kami sangat takut dan membuat keadaan menjadi sangat sulit," kata jemaah asal Palestina, Hassan Jabari.

Arab Saudi merupakan rumah bagi tempat-tempat paling suci bagi umat Islam yaitu Mekah dan Madinah. Pihak kerajaan berusaha memastikan keamanan dan kelancaran ibadah tahunan itu.

Saat covid-19 menjadi kekhawatiran besar tahun ini, otoritas Arab Saudi telah membatasi akses hanya bagi jemaah berusia 18-65 tahun yang
telah divaksin covid-19 secara lengkap dan tidak mengidap penyakit kronis.

Untuk mengurangi interaksi manusia dan memastikan jarak fisik, robot-robot digunakan untuk menyemprotkan disinfektan di dalam dan halaman Masjidil Haram, juga untuk membagikan botol-botol air zamzam yang dipompa dari sumur suci di Mekah.

Kamera termal di pintu masuk Masjidil Haram memantau suhu pengunjung. Sekitar 3.000 mobil listrik disiapkan bagi para jemaah, yang mengenakan gelang pengenal elektronik yang terhubung dengan GPS.

Sejak Sabtu (17/7), beberapa kelompok kecil jemaah dengan mengenakan masker melakukan tawaf mengelilingi Kabah, bangunan paling suci dalam Islam yang menjadi kiblat atau arah menghadap saat salat. Para petugas kesehatan memantau aktivitas mereka.

Jemaah kemudian melakukan perjalanan menuju Mina, 7 km timur laut dari Masjidil Haram di Mekah, untuk melaksanakan wukuf (berdiam diri) di
Padang Arafah, tempat Nabi Muhammad menyampaikan khutbah terakhirnya.

Sekitar 500 relawan kesehatan disiapkan untuk memberikan bantuan medis. Sebanyak 62 layar juga dipasang untuk menyiarkan pesan-pesan pencegahan covid-19 dalam berbagai bahasa.

Selama bertahun-tahun pihak kerajaan menghabiskan miliaran dolar agar pertemuan keagamaan terbesar di dunia itu berlangsung lebih aman.

Penyelenggaraan ibadah haji menjadi salah satu sumber pendapatan utama Arab Saudi dari penginapan, transportasi, biaya dan pembelian buah
tangan. (OL-1)

BERITA TERKAIT