17 July 2021, 18:50 WIB

Pentingnya Komunikasi dalam Penanggulangan Bencana


Sri Utami |

PENGAMAT manajemen kebencanaan UGM Bevaola Kusumasari menyatakan komunikasi sebagai salah satu proses penting dalam manajemen penanggulangan bencana. 

Dalam kondisi pandemi covid-19, lanjut dia, komunikasi pemerintah kepada publik harus terbangun dengan baik berdasarkan data konkret. "Pemerintah harus terbuka dengan masukan masyarakat," ujar Bevaola, Sabtu (17/7).

Pemerintah dikatakannya juga harus lebih tanggap terkait komunikasi yang baik terhadap masyarakat. Lemahnya literasi digital pejabat negara pun perlu dibenahi. Sehingga, tidak menimbulkan kegaduhan di tengah masyarakat. 

Baca juga: Presiden Ingatkan Aparat Harus Tegas dan Santun

"Yang terjadi sekarang lemahnya literasi digital. Literasi media sosialnya harus diperbaiki," pungkasnya.

Adapun pengamat kebijakan publik UI Agus Pambagyo menekankan bahwa kebijakan pemerintah sejak awal tidak berpijak pada Undang-undang (UU) Nomor 15 Tahun 2019. Hal ini kemudian berdampak pada kebijakan yang tidak tegas dan serba nanggung. 

Baca juga: Pakar: Jangan Khawatir Kasus Covid-19 Tiap Hari Pecah Rekor

"Sejak awal pandemi, 90% kebijakan yang dikeluarkan dalam bentuk surat edaran, yang tidak berkekuatan hukum. Boro-boro mau menerapkan sanksi," tutur Agus. 

Menurutnya, pemerintah seharusnya tunduk terhadap UU. Lalu, kebijakan yang dikeluarkan harus sesuai dengan aturan perundangan. Sehingga, kebijakan pemerintah menjadi jelas. Di sisi lain, gaya komunikasi pemerintah juga dinilai membingungkan. 

"Ada jubir tapi tidak digunakan, yang seharusnya berfungsi menjelaskan setiap langkah kebijakan pemerintah," cetusnya.(OL-11)

 

 

BERITA TERKAIT