15 July 2021, 14:47 WIB

Nadiem Ajak Mahasiswa Ikut Berkontribusi dalam Mitigasi Perubahan Iklim


Faustinus Nua | Humaniora

MENTERI Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Makarim melihat bahwa perubahan iklim akan menjadi masalah serius bagi Indonesia di masa mendatang selain pandemi yang terjadi saat ini. Lantas, dia mengajak mahasiswa untuk lebih peduli dan berkontribusi pada upaya mitigasi perubahan iklim.

"Mungkin yang lebih serius lagi dari pandemi adalah bagaimana kita memitigasi perubahan iklim. Perubahan iklim dunia dan Indonesia akan kena getahnya sangat parah," ujarnya dalam acara Kelulusan Bangkit 2021, Kamis (15/7).

Menurutnya, Indonesia adalah negara maritim yang tidak bisa terlepas dari berbagai macam perubahan iklim. Kemudian sektor agrikultur pun menjadi ketahanan pangan serta laut menjadi sumber kekayaan yang rentan terhadap perubahan iklim global.

Permasalahan iklim, lajutnya, memang multi aspek. Dan mahasiswa seharusnya bisa memanfaatkan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk mengatasu masalah mulai dari mengganti fosil fuel ke renewable energy, solar hibdro power, nuklir, biodiversity dan lainnya.

"Jadi konsep climate change ini multidimensi, multi dusiplin gitu. Dan kita membutuhkan sekali pemikiran-pemikiran di bidang ini karena akan banyak sekali dampak ke anda generasi muda dan anak-anak kita," jelasnya.

Selain itu, Nadiem juga meminta anak-anak muda untuk menaruh perhatian besar pada kesehatan dan digitalisasi. Area itu menjadi tantangan bagi Indonesia untuk bisa mencapai visi negara maju.

"Jangan cuma teknologi mendisrupsi kita, tapi teknologi bisa mendisrupsi permaslahan yang ada di kita," kata dia.

Meski demikian, Nadiem menyampaikan bahwa mahasiswa harus tetap diberi kemerdekaan berpikir dan berkreasi. Generasi muda akan mencapai kesuksesan bila mereka mengembangkan apa yang sesuai dengan bakat, minat dan suara hati mereka.(van/OL-09)

BERITA TERKAIT