13 July 2021, 13:54 WIB

Ini Antisipasi dari Skenario Terburuk Covid-19 untuk 2 Pekan ke Depan


Atalya Puspa | Humaniora

PEMERINTAH telah menyiapkan antisipasi untuk menghadapi skenario terburuk perkembangan covid-19 selama satu hingga dua minggu ke depan. Dalam hal ini, pemerintah yang memiliki peranan penting untuk melakukan penanganan di sisi hilir akan berupaya untuk memperkuat fasilitas pelayanan kesehatan yang ada.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan jika dalam dua minggu ke depan terjadi penambahan kasus hingga 30%, maka diperlukan tambahan tempat tidur tambahan untuk ruang isolasi sebanyak 6.153 dan tempat tidur untuk ruang rawat intensif sebanyak 8.933.

"Kalau kita naik sampai 30-60% dalam jangka waktu seminggu atau dua munggu ke depan, yang paling berat adalah Yogyakarta dan DKI Jakarta. Karena mereka akan kekurangan tempat tidur isolasi dan ICU," kata Budi dalam rapat bersama komisi IX DPR RI yang diselenggarakan secara daring, Selasa (13/7).

Budi merinci, Yogyakarta akan membutuhkan sebanyak 1.489 tambahan tempat tidur di ruang isolasi dan 734 tempat tidur di ruang rawat intensif. Sementara, Jakarta akan membutuhkan 4.664 tempat tidur di ruang isolasi dan 4.488 tempat tidur di ruang rawat intensif.

Budi menyatakan, strategi yang dilakukan di dua wilayah tersebut jelas berbeda. Sebab, keduanya memiliki kondisi yang berbeda. Di Yogyakarta, meskipun bed occupancy rate-nya telah mencapai 91%, namun mereka masih memiliki banyak ruang untuk menambah kapasitas tempat tidur untuk pasien covid-19 dengan melakukan konversi dari fasilitas yang ada.

"Saat ini Yogyakarta memiliki 8.264 tempat tidur dan yang dikonversi untuk penanganan covid-19 baru 2.400. Ini bisa dikonversi menjadi 4 ribu. Jadi jangan lihat BOR-nya saja, tapi lihat juga kapasitas RS-nya," ujar Budi.

Baca juga: Rekor Baru Penambahan Harian, Gunung Kidul 276 Kasus Baru Covid-19

Sementara itu, wilayah Jakarta sudah mengkonversi 50% kapasitas RS untuk penanganan covid-19. Untuk itu, dibutuhkan strategi lainnya yakni dengan mengonversi 100% kapasitas di beberapa RS untuk melakukan pelayanan pasien covid-19. Selain itu, strategi lainnya yang diambil yakni dengan menambah RS lapangan atau darurat dari fasilitas yang sudah ada.

"Ini juga yang perlu dilakukan di kota lain kalau BOR-nya semakin tinggi," tutur Budi.

Selain penambahan tempat tidur, Budi juga menyoroti strategi penambahan peralatan kritikal yang digunakan di RS seperti oksigen. Selain menambah kapasitas produksi dalam negeri, Budi menyatakan pihaknya juga akan melakukan kerjasama dengan negara-negara lain untuk bahu-membahu melengkapi fasilitas pelayanan kesehatan untuk pasien covid-19 di Indonesia.

"Kita mempersiapkan donor dari luar negeri dan dalam negeri sehingga mereka bisa membantu. Singapura, Australia dan beberapa perusahaan besar akan melakukan donor untuk kita membangun bersama melengkapi fasilitas yang ada di RS," pungkas Budi.(OL-5)

BERITA TERKAIT