12 July 2021, 14:15 WIB

Tenaga Kesehatan Segera Divaksin Dosis Ketiga dengan Moderna


Ferdian Ananda Majni | Humaniora

MENTERI Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan para tenaga kesehatan (nakes) segera mendapatkan vaksinasi dosis ketiga setelah disetujui oleh KPC PEN. Sebagai garda terdepan penanganan pandemi covid-19 nakes membutuhkan  booster ketiga yang diharapkan dapat memperkuat  imun tubuh.

"Rencananya akan segera mungkin sesudah kita menfinaliasi diskusi dengan asosiasi dokter perawat bidan untuk melakukan vaksinasi ketiga dengan vaksin Moderna bagi mereka," kata Menkes Budi dalam keterangannya Senin (12/7).

Vaksinasi dosis ketiga diharapkan dapat lebih melindungi para nakes. Terlebih, banyak dari mereka yang harus isolasi mandiri. "Memang kami menyadari bahwa beberapa perawat ke dokter itu ada yang terkena virus ini dan harus isolasi mandiri dan kami di sini sangat prihatin dan akan terus memperhatikan kesehatan perawat dokter dan bidan ini," sebutnya.

Sebelumnya, sebanyak 3.000.060 dosis vaksin Moderna dari Amerika Serikat tiba di Indonesia melalui Bandara Soekarno-Hatta, Minggu (11/7). Vaksin tersebut akan diprioritaskan bagi tenaga kesehatan sebagai vaksinasi tahap ketiga atau booster.

Vaksin Moderna dikirim melalui COVAX Facility yang merupakan bukti nyata bahwa pemerintah terus berupaya keras menghadirkan vaksin covid-19 untuk memenuhi kebutuhan vaksin di Indonesia.

Menkes Budi  mengapresiasi dukungan dari rakyat dan pemerintah Amerika Serikat yang mau membantu program vaksinasi Indonesia dengan mengirimkan vaksin Moderna. Rencananya vaksin tersebut selain digunakan untuk suntikan pertama dan kedua bagi masyarakat, secara khusus akan digunakan untuk booster suntikan ketiga bagi para tenaga kesehatan Indonesia.

“Tenaga kesehatan mengalami tekanan yang luar biasa terutama di gelombang kedua dari penularan pandemi ini, sehingga kami ingin memastikan mereka terlindungi secara maksimal,” ujar Menkes.

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menegaskan Indonesia telah menerima 3.000.060 dosis vaksin Moderna hasil hubungan kerjasama internasional dari pemerintah AS melalui jalur multilateral COVAX Facility.“Ini merupakan pengiriman tahap pertama vaksin Modern dari pemerintah AS.

Vaksin Moderna yang berbasis MRNA ini telah mendapatkan Emergency Use Autorization dari Badan POM pada 2 Juli 2021,” kata Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dalam konferensi virtual, Minggu (11/7). AS berkomitmen memberikan dosis sharing vaksin kepada Indonesia berjumlah 4.500.160 dosis yang akan dikirim bertahap.

Mekanisme dosis sharing atau berbagi dosis vaksin adalah bagian dari mekanisme multilateral untuk memastikan akses setara terhadap vaksin untuk semua negara. Indonesia secara konsisten mendukung mekanisme berbagi dosis tersebut guna mempercepat pencapaian prinsip kesetaraan akses vaksin bagi semua negara.

Dengan ketibaan vaksin Moderna hari ini, Indonesia telah mengamankan 122.735.260 dosis vaksin baik berupa vaksin curah maupun vaksin jadi. “Kini Indonesia juga telah menerima tawaran dukungan dari beberapa negara antara lain Jepang akan mengirimkan tahap kedua vaksin Astrazeneca, kemudian tawaran serupa datang dari Belanda, Inggris, Australia, dan Uni Emirat Arab,” ujar Menlu

Jutaan vaksin dari jalur pengadaan komersial maupun dari dukungan internasional dan bilateral akan tiba pada bulan Juli ini. Pemerintah akan terus bekerja keras untuk memastikan ketersediaan vaksin bagi Indonesia.

Tak hanya vaksin, berbagai dukungan datang dari negara tetangga untuk membantu memenuhi kebutuhan ventilator, oksigen, obat-obatan, dan peralatan medis di Indonesia. “Berbagai tawaran dukungan telah kita terima dari negara sahabat lain yaitu dalam bentuk ventilator, oxygen concentrator, obat-obatan dan peralatan medis lain.

Hari Jumat lalu telah tiba dukungan dari Singapura dan Australia, dukungan dari Singapura melalui jalur laut sudah berangkat dari Singapura dan menurut rencana akan tiba di pelabuhan Tanjung Priok tanggal 14 Juli antara lain berisi oksigen konsentrator dan oksigen silinder,” pungkas Menlu. (H-1)

BERITA TERKAIT