12 July 2021, 00:27 WIB

Songsong Era Society 5.0, UICI Mengusung Sebagai Startup Digital University


mediaindonesia.com | Humaniora

PERKEMBANGAN industri digital di Indonesia meningkat secara signifikan. Terkait hal ini dengan berbagai,  pemerintah mendorong penyebaran startup yang lebih masif dan berkualitas.

Untuk menjadi wadah memberi pendampingan dan pemberdayaan dunia startup digital di Indonesia, dibentuklah Gerakan 1000 Startup Nasional di bawah naungan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo).

Sebagai salah satu bentuk tindak lanjut kerja sama dengan Kemenkominfo, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti) Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi akan berusaha meningkatkan partisipasi mahasiswa dalam membangun startup.

Upaya meningkatkan partisipasi mahasiswa dalam membangun startup sejalan dengan prinsip Merdeka Belajar: Kampus Merdeka yang memberi hak bagi mahasiswa untuk belajar di luar program studinya namun tetap memperoleh SKS.

Dalam menjawab tantangan tersebut, sejumlah perguruan tinggi telah mempersiapkan mahasiswanya untuk membangun startup. Universitas Insan Cita Indonesia (UICI) juga mengusung brand Stratup Digital University.

Dalam acara soft launching pada Minggu (11/7/2021), Rektor UICI Prof. Laode M. Kamaludin mengatakan UICI akan mengembangkan sistem pendidikan dengan metode Digital Integrated Learning System (DILS).

“Metode ini akan mengintegrasikan Learning Management System (LMS) yang saat ini populer di Indonesia dengan Digital Simulator Teaching Learning System (DSTLS), dan didukung oleh teknologi Virtual Reality (VR), dan Augmented Reality (AR),” jelasnya.

Dalam gelar soft lauching, kuliah umum dengan tema "Digitalisasi Pendidikan Menyongsong Era Society 5.0” dengan Rektor Institut Pertanian Bogor (IPB) Prof. Arif Satria dan Wakil Rektor UICI Prof. Jaswar Koto.

Sebagaimana diketahui bahwa era Super Smart Society atau Society 5.0 sendiri diperkenalkan pemerintah Jepang pada tahun 2019, yang dibuat sebagai antisipasi dari gejolak disrupsi akibat revolusi industri 4.0, yang menyebabkan ketidakpastian yang kompleks dan ambigu (VUCA).

Dalam menghadapi era Society 5.0, dunia pendidikan berperan penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM). Untuk menghadapi era society 5.0 ini satuan pendidikan membutuhkan adanya perubahan paradigma pendidikan.

Perubahan paradigma di antaranya pendidik meminimalkan peran sebagai learning material provider, pendidik menjadi penginspirasi bagi tumbuhnya kreativitas peserta didik. Pendidik berperan sebagai fasilitator, tutor, penginspirasi dan pembelajar sejati yang memotivasi peserta didik untuk “Merdeka Belajar

Dalam soft launching, Rektor UICI memperkenalkan Wakil Rektor bidang Akademik, Riset dan Pengembangan, serta Digital Advancement yang dipegang oleh Prof. Jaswar Koto.

Sementara untuk Wakil Rektor bidang Administrasi Digital, Keuangan, dan Sumberdaya Insani dipegang oleh Lely Pelitasari Soebekty, SP, ME. Selanjutnya Wakil Rektor bidang Keislaman, Keindonesiaan, dan Kemahasiswaan dipegang oleh Prof. Dr. Drs. Achmad Syahid, M.Ag. (RO/OL-09)

 

BERITA TERKAIT