08 July 2021, 08:15 WIB

Peneliti : Interaksi Sosial yang Masif Munculkan Varian Baru Covid-19


Zubaedah Hanum |

ENAM mutasi covid-19 ditemukan di Indonesia, termasuk Delta yang menjadi VoC. Ketua Tim Peneliti Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada, dr Gunadi, PhD, SpBA, mengatakan kemunculan Variant of Interest dan Variant of Concern (VoC) covid-19 dipengaruhi perilaku manusia sebagai inangnya.

“Pelanggaran prokes, tidak divaksinasi, interaksi sosial yang sangat masif merupakan sarana kemunculan varian baru,” ujarnya pada Dialog Produktif KPCPEN yang ditayangkan di FMB9ID_IKP, Rabu (7/7),

Berdasarkan genome sequencing, saat ini varian Delta adal India diketahui menguasai 17,7% varian yang bertransmisi di Indonesia. Sedangkan varian Alpha dari Inggris dan Beta dari Afrika Selatan hanya di bawah 2%.

"Jadi jelas eskalasi kasus covid-19 di Indonesia dipicu oleh varian Delta," imbuhnya.

Sebaran Delta paling banyak ditemukan di Provinsi DKI Jakarta, mencapai lebih dari 300 kasus. Kepala Seksi Surveilans Epidemiologi dan Imunisasi Dinas Kesehatan DKI Jakarta, dr Ngabila Salama, MKM, mengatakan berdasarkan Infection Fatality Rate yang mencapai 0,5-1%, kemungkinan ada 1,1 hingga 2,3 juta orang telah terpapar covid-19 di DKI Jakarta.

"Saat ini kasus covid-19 di DKI Jakarta ibarat fenomena gunung es,” ujarnya.

Saat menyoroti varian Delta yang cepat menular dan menyebabkan angka rawat inap di rumah sakit yang tinggi, Ngabila mengakui di DKI Jakarta  angka positifnya naik dua kali lipat.

“Berdasarkan pengujian genome sequencing sekitar 3.000 sampel di DKI Jakarta, 11% di antaranya Variant of Concern, termasuk dalam hal ini varian Delta,” ujarnya.

Cegah dengan vaksin
Di tengah kekhawatiran serangan Delta, dokter Gunadi menyebutkan, vaksin covid-19 sejauh ini dapat melawan varian asal India itu. Riset terbaru yang dilakukan di Inggris menunjukkan efikasi vaksin dapat mencegah timbulnya gejala, dan mencegah rawat inap di RS hingga lebih 90%.

Dalam kondisi PPKM Darurat, Kementerian Kesehatan mengimbau masyarakat tetap mendatangi sentra vaksinasi bagi yang sudah mendapatkan undangan atau melakukan pendaftaran daring.

“Selama PPKM Darurat, fasyankes atau sentra vaksinasi tetap buka dan layani vaksinasi. Kunci utama saat datangi pos vaksinasi adalah protokol kesehatan (prokes) yang ketat, hindari kerumunan. usai vaksinasi sebaiknya masyarakat langsung pulang ke rumah,” pesan juru bicara vaksinasi Kemenkes, dr Siti Nadia.

Hingga kemarin, Indonesia telah berhasil memvaksinasi 32,3 juta dosis pertama dan  14 juta dosis kedua, dari target sasaran vaksinasi nasional 181,5 juta orang untuk mencapai kekebalan kelompok (herd immunity). (H-2)

BERITA TERKAIT