07 July 2021, 22:52 WIB

Menteri BUMN Erick Thohir Apresiasi Gerakan Rakyat Gelar Sentra Vaksinasi


Mediaindonesia.com | Humaniora

MENTERI BUMN Erick Thohir menghargai usaha kolaborasi yang dilakukan swasta, masyarakat, organisasi nirlaba, dan komunitas dengan pemerintah untuk bersama mengencangkan program vaksinasi sebagai ikhtiar memerangi pandemi covid-19. Menurutnya, dengan bergotong royong, maka negara ini bisa melalui segala masalah dan menampakkan jati diri sebagai bangsa yang kuat.

Hal itu ditekankan Menteri BUMN saat mengunjungi Sentra Vaksinasi Enesis di Jakarta International Equestrian Park, Jakarta Timur, Rabu (7/7). Sentra vaksinasi yang digelar oleh produsen Antis Hand Sanitiser, Enesis Group, lalu Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) DKI Jakarta, Indonesia Respon, dan GEMAWIRA ini ditujukan untuk pekerja dan stakeholders transportasi publik serta masyarakat umum. "Di tempat yang bersejarah saat Asian Games 2018, saya melihat sinergi dan sikap gotong royong berbagai pihak untuk memerangi pandemi. Serupa saat kita diragukan saat jadi tuan rumah Asian Games, tetapi akhirnya berhasil membuktikan kepada dunia bahwa kita bisa. Melalui sentra vaksinasi ini, mari sekali lagi kita membuktikan bahwa kita bisa menekan kasus positif covid-19 secara bersama pula," ujar Menteri BUMN Erick Thohir.

Dalam pembukaan Sentra Vaksinasi Enesis tersebut hadir Chief Sales & Marketing Officer Enesis Group, Ryan Tirta Yudhistira, Ketua Umum MES DKI Jakarta, Tito Maulana, Ketua Indonesia Respon, Herie Marjanto, dan Ketua Umum GEMAWIRA, Diantri Lapian. Dalam kesempatan tersebut, juga diserahkan bantuan dari Enesis Group, berupa 1 Juta Antis Hand Sanitizer kepada Menteri BUMN yang juga merupakan Ketua Pusat MES untuk diberikan kepada seluruh masyarakat luas melalui Indonesia Respon.

"Saya berharap sentra vaksinasi ini mampu berkontribusi atas target 8,8 juta warga DKI Jakarta yang divaksin. Saat ini, warga ibu kota yang sudah divaksin mencapai 65%. Demi mewujudkan herd immunity 72%, keberadaan sentra vaksinasi sangat dibutuhkan. Apalagi berdasarkan data dari Kemenkes, sebanyak 90% pasien covid-19 yang meninggal karena tidak mau atau belum divaksinasi," jelasnya.

 

Menteri Erick Thohir menambahkan, meski vaksinasi merupakan salah satu program untuk menahan laju peningkatan pasien positif covid-19, dirinya tetap berharap masyarakat untuk selalu disiplin memakai masker dan mematuhi prokes di tengah PPKM Darurat. "Kita harus kasihan dengan rumah sakit-rumah sakit yang kelebihan beban. Kita juga harus paham bahwa persediaan oksigen perlu ditambah berkali lipat karena kebutuhan meningkat. Oleh karena itu, gerakan antarrakyat ini juga harus membantu sosialisasi kepada rakyat agar mau divaksin yang akan menyelamatkan kita semua," pungkasnya. (RO/OL-14)

BERITA TERKAIT