04 July 2021, 12:34 WIB

Tes Covid-19 pada Anak Rendah, IDAI Minta KPAI Bersuara


Faustinus Nua | Humaniora

IKATAN Dokter Anak Indonesia (IDAI) meminta kepada Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) untuk terus bersuara kepada pemerintah agar bisa memperhatikan aspek perlindungan anak. Pasalnya, di tengah lojakan kasus Covid-19 saat ini, testing pada anak masih sangat rendah dan tidak merata.

"Inilah ranah KPAI dan KPAI harus bersuara keras sekali bahwa anak Indonesia ini ke depannya bagaimana? Karena anak Indonesia inilah yang akan memimpin negara ini," ungkap Ketua IDAI Aman B. Pulungan dalam live Intagram di @idai_ig.

Dia mengatakan bahwa kasus Covid-19 pada anak mencapai 12,5%. Namun angka tersebut diprediksi lebih tinggi lantaran testing yang rendah. Hanya DKI, DIY, Sumatera Barat yang berhasil mencapai standar WHO, 1 per 1000 orang di-tes per minggu.

Selain itu, dia menilai bahwa testing Covid-19 pada anak pun terkesan diirit-irit. Misalnya hanya menggunakan antigen saja.

"Tingkat positivitas masih tinggi di beberapa daerah. Yang lain-lain itu tidak sesuai dan testing ini diirit-irit, hanya antigen tidak di-PCR," imbuhnya.

Aman meminta agar testing pada anak harus ditingkatkan mengingat potensi terinfeksi virus juga tinggi. Apalagi saat ini ada varian Delta yang terbukti menimbulkan gejala berat pada usia yang lebih muda.

Begitu juga dengan adanya vaksin untuk anak, lanjutnya, bisa jadi momentum untuk memperkuat perlindungan pada anak Indonesia. Dinas-dinas kesehatan di daerah diharapkan serius memperhatikan vaksin pada anak.

Anak merupakan human capital yang akan menentukan masa depan bangsa. Bila testing masih rendah dan vaksinasi pun masih jauh maka akan ada dampak-dampan seperti lost of generation di masa yang akan datang. Potensi long covid pun menjadi ancaman.

"Kita tidak tau dia long covid karena tidak ditesting pada saat dia sakit dia hanya di antigen, antigennya negatif. KPAI harus berusara keras tentang ini," kata dia.

"Untuk saat ini sampai dengan selesai PPKM Darurat anak kembali ke sekolah, pergi ke kerumunan, tempat umum, jangan dulu!" tandasnya.(van/OL-09)

BERITA TERKAIT