02 July 2021, 06:50 WIB

Menkes Janjikan Pasien Isoman Bisa Akses Layanan Telemedicine


Ferdian Ananda Majni | Humaniora

PASIEN terkonfirmasi positif covid-19 yang tidak bergejala dan bergejala ringan dapat melakukan isolasi mandiri (Isoman) di rumah maupun karantina terpusat di pusat isolasi. Kondisi itu merupakan upaya untuk mengurangi beban pelayanan di RS, sehingga bisa diarahkan untuk penanganan pasien bergejala sedang-berat.

Agar selama masa isolasi mandiri, pasien tetap dapat mengakses layanan kesehatan, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyebut pihaknya berencana melakukan terobosan dengan penyediaan layanan konsultasi kesehatan secara virtual bagi masyarakat sehingga bisa diakses dimanapun, kapanpun dan siapapun.

“RS bisa melakukan layanan telemedicine untuk orang-orang yang isolasi mandiri, termasuk pemberian paket obatnya, sehingga orang yang terkena (positif), dia tidak bisa akses ke RS tetap bisa dilayani oleh dokter dan akan diberikan obat,” kata Menkes Budi dalam keterangannya, Jumat (2/6).

Dalam layanan ini, pasien juga dapat melakukan skrining awal untuk gejala sedang/berat. Nantinya dokter yang akan mengidentifikasi berdasarkan hasil konsultasi, untuk selanjutnya dilakukan penanganan berdasarkan kondisi pasien.

“Dokter nanti akan cek statusnya, sehingga kita bisa arahkan kapan yang bersangkutan harus masuk rumah sakit atau tidak,” sebutnya.

Dengan hadirnya layanan telemedicine diharapkan dapat mengurangi beban layanan RS yang terus meningkat setiap harinya, sebab pasien bisa melakukan konsultasi kesehatan jarak jauh tanpa perlu berkunjung ke RS.

"Selain penyediaan layanan telemedicine, pemerintah juga berupaya untuk menambah kapasitas fasilitas isolasi terpusat untuk mengantisipasi masyarakat yang tidak bisa melakukan isolasi mandiri di rumah," paparnya

Di wilayah DKI Jakarta sendiri, pemerintah telah menyiapkan 3 fasilitas isolasi terpusat diantaranya Wisma Nagrak, Rusun Pasar Rumput dan asrama haji. Untuk menunjang pelayanan, hingga kini tenaga kesehatan dan sejumlah kesiapan seperti sarana dan prasana terus dipenuhi.

Sebelumnya, pemerintah memberlakukan aturan untuk pasien covid-19 yang tidak bergejala agar melakukan isolasi mandiri di rumah. Selain pasien, tentunya anggota keluarga di rumah juga harus memerhatikan hal-hal penting untuk menjaga kondisi pasien dan dirinya.

Berkaitan dengan itu, Promotor Perawatan Keluarga Palang Merah Indonesia Nining Suryaningsih memberikan langkah-langkah panduan yang harus diikuti oleh keluarga pasien yang merawat pasien OTG (orang tanpa gejala) di rumah.

Pertama, keluarga harus memastikan kebersihan lingkungan rumah. Pastikan sinar matahari masuk dan terjadi pertukaran udara dengan membuka jedela rumah. Bersihkan rumah secara rutin termasuk benda yang sering disentuh seperti gagang pintu, pegangan tangga, remote televisi, dan lain sebagainya.

"Jemurlah kasur, bantal, dan bed cover minimal satu minggu sekali atau bila diperlukan. Selain itu, gantilah sprei setiap hari atau bila dibutuhkan, misalnya dikarenakan basah," kata Nining

Selain itu, anggota keluarga yang menjadi perawat pasien OTG di rumah diharuskan mencuci tangan sebelum dan sesudah melakukan pertolongan kepada pasien covid-19 menggunakan sabun dan air yang mengalir.

"Gunakan masker, apron, sarung tangan, dan alas kaki. Bisa juga menggunakan baju pelindung berbahan kain sehingga dapat dicuci dan digunakan kembali," bebernya.

Selain itu, anggota keluarga yang sehat juga dilarang menyentuh wajah ketika masih menggunakan APD. Jika harus berkontak langsung dengan pasien positif covid-19 tanpa menggunakan APD, maka harus segera mandi, menuncuci rambut, dan berganti pakaian.

"Rendamlah pakaian bekas pakai dengan larutan klorin 0,5% selama 10 menit, lalu cuci dan jemur. Tetaplah menjaga jarak dengan anggota keluarga yang sakit," papar Nining.

Selain itu, anggota keluarga yang merawat pasien covid-19 harus memastikan kamar isolasi yang digunakan dalam keadaan bersih. Bersihkan minimal satu kali sehari kamar isolasi. Selain itu, sediakan tempat sampah tertutup yang dilapisi plastik di kamar isolasi.

Bila memungkinkan, pasien covid-19 juga harus menggunakan kamar mandi yang terpisah dengan anggota keluarga yang sehat.

"Pastikan keluarga tercukupi gizinya dan istirahat yang cukup. Gunakan peralatan makan secara terpisah dan cucilah peralatan dengan sabun dan air panas serta simpan di tempat terpisah," imbuhnya.

Untuk memastikan kondisi pasien covid-19, perlu juga dilakukan pengukuran suhu tubuh dan frekuensi napas setiap hari

"Apabila kondisi menurun, segera hubungi tenaga kesehatan," tegasnya.

Untuk pasien yang menjalani isolasi mandiri di rumah, Nining juga menegaskan perlunya penerapan protokol kesehatan secara ketat. Pasien covid-19 harus menggunakan masker setiap saat dan menerapkan etika batuk dan bersin secara benar.

"Di dalam kamar isolasi, pastikan anggota keluarga yang sakit terpapar sinar matahari 15-30 menit setiap hari," pungkasnya. (OL-13)

Baca Juga: Angka Kematian Melambung, Satgas Minta Tingkatkan Perlindungan Diri

BERITA TERKAIT