29 June 2021, 15:35 WIB

Jika Jokowi Tak Kunjung "Lockdown", IDI Imbau Warga Karantina Sendiri


Putri Anisa Yuliani | Humaniora

PEMERINTAH pusat tak kunjung mengambil keputusan untuk menerapkan 'lockdown' usai lonjakan kasus covid-19 yang terjadi di berbagai daerah termasuk Ibu Kota. Hal itupun disesalkan oleh Wakil Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Slamet Budiarto.

Dalam diskusi virtual yang dilangsungkan pada Selasa (29/6), ia mengatakan, laju penularan tak akan bisa dikurangi bila masyarakat masih bermobilitas.

"Harus PSBB seperti awal pandemi dulu. Mobilitas masyarakat harus dihentikan. Karena virus itu senang sekali kalau ada mobilitas. Selama mobilitas warga masih banyak, virusnya akan terus menular," kata Slamet.

Jika pemerintah tak kunjung menerapkan PSBB, Slamet pun menganjurkan masyarakat melakukan PSBB sendiri masing-masing dengan membatasi mobilitas dan melaksanakan 3M dengan ketat.

Baca juga: Jokowi Bakal Terapkan PPKM Darurat, Pengusaha Protes

"Kita PSBB masing-masing saja, jangan keluar rumah. Keluar rumah itu hanya untuk yang penting-penting saja. Pakai masker ke manapun," tegasnya.

Di sisi lain, Slamet juga meminta pemerintah serius menerapkan penebalan aturan PPKM Mikro bila tak mau menerapkan 'lockdown'. Contohnya adalah dengan benar-benar mengatur sif kerja karyawan sehingga tercipta jaga jarak baik di perusahaan maupun di angkutan umum.

"Misalnya sekarang kan yang bekerja di kantor itu tinggal 25%. Dari 25% itu dibagi lagi separuh-separuh jam kerjanya hanya 5 jam. Dengan begitu mobilitas dan intensitas pertemuan semakin berkurang," tuturnya. (OL-4)

BERITA TERKAIT