29 June 2021, 12:36 WIB

Ombudsman DKI Saran Vaksinasi Anak Terpusat di Sekolah Masing-Masing


Putri Anisa Yuliani | Humaniora

KETUA Ombudsman RI Perwakilan Jakarta Raya Teguh Nugroho menyarankan vaksinasi anak dilakukan terpusat di sekolah masing-masing. Hal ini sebagai upaya untuk mengurangi potensi kerumunan dengan penjadwalan waktu yang ketat.

“Untuk menghindari kerumunan saat vaksinasi anak, bisa dilakukan di sekolah dengan penjadwalan waktu yang diatur oleh pihak sekolah,” kata Teguh saat dihubungi Media Indonesia, Selasa (29/6).

Pihaknya lebih menyarankan vaksinasi untuk anak usia 12-17 tahun ini dilakukan di sekolah karena fasilitas Kesehatan (faskes) sudah kewalahan. Saat ini faskes seperti rumah sakit (RS) dan puskesmas sudah terlalu sibuk mengawasi vaksinasi non-anak.

“Khawatirnya membeludak. Jadi di sekolah bisa lebih terorganisir,” ujarnya.

Sementara itu, untuk mekanisme vaksinasi Ombudsman DKI menyarankan skema sama rata. Artinya bagi anak yang memenuhi kriteria Kesehatan maka berhak mendapatkan vaksin covid-19.

“Seperti halnya vaksin bagi dewasa di mana sejak dari awal kami minta agar wilayah epicentrum seperti Jakarta tidak dilakukan secara bertahap tapi ke semua warga yang bersedia divaksin. Maka vaksin bagi anak juga sama,” sarannya.

Seperti diketahui, Juru bicara vaksinasi covid-19 Kementerian Kesehatan Nadia Tarmizi mengungkap segera mengadakan vaksinasi untuk anak-anak usia 12-17 tahun. Sarana dan prasarana pendungkung tengah disiapkan.

"Vaksinasi anak dan dewasa, mungkin tidak bisa disatukan ya, jadi diatur dulu," ujar Nadia Tarmizi, Selasa (29/6).

Baca juga: Wapres Harap Vaksinasi untuk Anak Bisa Turunkan Mortalitas

Nadia menyebut persiapan tersebut diprakirakan akan rampung minggu ini. Pihaknya bersama pihak terkait tengah menggodok teknis pelaksanaan hingga jumlah sentra vaksinasi yang disiapkan.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menginstruksikan pelaksanaan vaksin untuk anak-anak usia 12-17 tahun segera dimulai. Kelompok tersebut akan mendapatkan Vaksin Sinovac.

"Vaksin Sinovac dinyatakan aman digunakan usia 12 sampai 17 Tahun," ujar Jokowi dalam keterangan secara virtual di kanal YouTube Sekretariat Presiden, Senin (28/6).

Vaksin untuk anak itu telah melewati serangkain uji klinis yang dilakukan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). BPOM telah mengeluarkan izin penggunaan darurat atau emergency use of authorization (EUA) untuk vaksin usia 12-17 tahun.(OL-5)

BERITA TERKAIT