29 June 2021, 07:13 WIB

KPAI Apresiasi Vaksin Covid-19 untuk Anak


Putri Anisa Yuliani | Humaniora

ANTISIPASI pada tingkat penyaluran anak yang datanya dalam rentang 1,2% sampai 1,7% menjadi perhatian banyak pihak. Kenyataan, anak-anak sakit cenderung tidak OTG dan hal ini terbantahkan dengan laporan masyarakat tentang dampak anak melawan covid 19. Data yang diungkapkan IDAI, pada 12,7% penularan covid anak, mengungkap di antara 8 orang tertular, dipastikan 1 adalah anak.

"Kita, kejadian ini menyebabkan berbagai pihak bekerja sama mengantisipasinya," kata Komisioner KPAI Putra keterangan dalam resminya, Senin (28/6).

Untuk itu, dukungan antisipasi dan partisipasi orangtua, dokter, nakes, anak, panitia vaksin anak dalam menghadirkan vaksin ramah anak perlu diupayakan seoptimal mungkin sebagaimana amanah Undang-Undang Perlindungan Anak. Termasuk kesiapan orang tua perlu disediakan ketika ada reaksi pasca-vaksin

"Saya kira orangtua, dokter, nakes sudah terbiasa menerapkan latihan atau vaksin pada anak. Sehingga orang tua tidak perlu khawatir. Namun akses komunikasi harus benar-benar didekatkan," jelasnya.

Baca juga:  Satgas Segera Pastikan Ketersediaan Vaksin untuk Anak

Sehingga lingkungan diciptakan untuk mendukung dan sensitif anak. Ini juga akan memperkuat upaya 'herd immunity' di sekolah dalam mendorong PTM. Sehingga lebih baik. Begitu juga dengan vaksin anak, lebih meningkatkan target WHO dalam rangka testing, tracing dan treatment pada anak. Sehingga hak kesehatan dan kepentingan terbaik anak dapat dipenuhi. Di tengah anak anak kita terpapar covid-19.

Berbagai media ramah anak bisa dibuat dan ditempel di tempat-tempat dimana vaksin anak diselenggarakan. Dengan menghadirkan tokoh atau tokoh publik yang disukai anak. Sekolah juga bisa menjadi bagian menciptakan ini.

"Dengan itu, pelan-pelan kita mengajak anak-anak aktif ambil bagian dalam mengurangi dampak pandemi untuk teman sebayanya. Karena memang mereka adalah generasi yang aktif, kreatif, dan berprestasi," pungkasnya.(OL-5)

BERITA TERKAIT